Tayangan halaman minggu lalu

Kamis, 25 Februari 2010

Peran Dakwah Kampus

PERAN DAKWAH KAMPUS

DALAM MEWUJUDKAN KEBANGKITAN ISLAM


Banyak orang yang menginginkan kebangkitan islam, tapi pada saat yang sama pribadi atau akhlak dari manusianya sendiri tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman. Jangankan kebangkitan islam, mengubah akhlaknya dan orang-orang di sekitarnya saja dia tidak mampu. Kenapa tidak sanggup untuk mengubah diri sendiri menjadi lebih baik. Jawabnya adalah kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik.


Sebelum membahas peran dakwah kampus. Haruslah kita ketahui kebangkitan islam (kejayaan islam) telah berlangsung selama ± 700 tahun, dimana itu merupakan masa kejayaan terlama yang pernah ada. Akan tetapi, dewasa ini kejayaan islam seperti hilang entah kemana. Ada beberapa hal yang bisa membangkitkan kejayaan islam yaitu :

  1. Aqidah
  2. Tarbiyah
  3. Wawasan
  4. Pengorganisasian

Berawal dari hal tersebut timbul pertanyaan. Bagaimana keempat hal tersebut dapat terwujud di lingkungan kampus? Dimulai dari kesadaran itulah di bentuk dakwah kampus. Komunikasi efektif dapat memunculkan kepemimipinan, dan manajemen yang baik akan membentuk suatu organisasi. Dakwah kampus sendiri digerakkan di kampus oleh masyarakat kampus untuk menggerakkan masyarakat kampus menuju kebangkitan umat.


Kaidah untuk dakwah kampus adalah :

  1. Tidak mempersulit dan tidak mempermudah.
  2. Membuka kesempatan dakwah kampus untuk seluruh warga kampus tanpa terkecuali.
  3. Tidak menghakimi tapi memberikan solusi.

Dakwah kampus biasanya berada dalam suatu organisasi. Karena “sebuah kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan mudah dikalahkan dengan kebatilan yang terorganisir dengan baik. Dimana organisasi itu mempunyai landasan berpikir QS Ash-Shaff : 4 dan setiap aktivitas yang dilakukan senantiasa dalam batasan-batasan syar’i. Adanya organisasi tersebut dapat berfungsi sebagai :

  1. Syi’ar Dakwah
  2. Sarana Amal Tarbiyah
  3. Sarana Rekrutmen ADK

Sasaran dakwah kampus adalah menciptakan lingkungan yang baik, berkesinambungan dalam berdakwah dan adanya kesinergian dalam berdakwah. Jika tujuan sudah tercapai pada sasaran dakwah, maka akan terbentuk kejayaan islam.


Dengan adanya suatu organisasi maka dapat dimulai perubahan dalam suatu kampus untuk mencapai kejayaan islam. Hal pertama yang merupakan peranan dakwah kampus adalah membina mahasiswa muslim yang berada di kampus agar tercipta suatu komunitas yang berakhlak mulia.

Pembinaan menuju komunitas kampus yang memiliki nilai aqidah islamiyah bisa di bentuk melalui tarbiyah. Dan disinilah peran organisasi dakwah kampus untuk menyediakan pementor dan merekrut mahasiswa untuk dijadikan adik mentor. Di dalam tarbiyah itu sendiri terjadi proses penyampaian sesuatu (nilai-nilai islam, peningkatan kualitas dan perbaikan diri) sedikit demi sedikit sampai tahap sempurna. Disini juga disertai dengan perbaikan akhlak.


Dan hasil yang ingin dicapai adalah terbentuknya mahasiswa muslim yang memiliki pengetahuan luas, kemuliaan, kekuatan, persatuan. Pengetahuan luas sangat penting dalam hal ini karena memang seharusnyalah mahaiswa muslim mempunyai nilai lebih baik dalm segi apapun. Jika sudah terbentuk mahasiswa yang mempunyai 4 kriteria tersebut, maka jalan untuk menuju kejayaan islam sudah semakin dekat. Namun, perlu diingat jumlah bukan jaminan tapi harus berkualitas.


Selain dari tarbiyah pembentukan aqidah islamiyah juga bisa di lakukan melalui penyebaran buletin islami, pembuatan mading dan penyampaian informasi lewat media elektronik, serta acara lainnya.

Mahasiswa yang terbina tadi diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nilai-nilai keislaman sudah mulai tertanam di setiap lingkungan dan dari situlah dimungkinkan untuk mewujudkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Jika sudah terbentuk masyarakat yang seperti itu maka akhirnya akan terbentuk kejayaan islam yang dinanti-nantikan


Peran selanjutnya dari dakwah kampus setelah berhasil membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia maka mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas dari berbagaia disiplin ilmu. Penambahan wawasan ini memang sesuai dengan pribadi mahasiswa masing-masing, apakah ia mau untuk menambah wawasannya?

Namun, tidak ada salahnya jika lembaga dakwah kampus bisa memfasilitasi untuk penambah wawasan mahasiswa. Salah satu caranya adalah dengan membuat suatu acara yang membahas masalah yang sedang berkembang di masyarakat luas, atau diskusi mengenai hal terbaru.

Peningkatan wawasan mahasiswa dapat memudahkan kebangkitan islam, karena mahasiswa yang berakhlak baik dan mempunyai wawasan luas dapat berinteraksi dengan berbagai kalangan. Penanaman nilai-nilai keislaman bisa masuk melalui bermacam-macam jalur. Mahasiswa yang sudah tamat memiliki profesi yang berbeda-beda diharapkan mamapu yang memperluas penyebaran dakwah islam sesuai dengan lingkungan kerjanya sehingga islam dapat jaya kembali.

Dakwah kampus juga berperan membentuk mahasiswa muslim yang tegar dalam menghadapi masalah, dan membentuk mahasiswa yang kritis tanpa mencari-cari kesalahan orang lain dan tidak menyebarkan kesalahan, serta dapat memaafkan kesalahan orang lain. Dan orang-orang yang ada di lembaga dakwah kampus dapat dijadikan sendi kokoh tempat kita berlindung, karena persaudaraan yang erat akan membuat kita nyaman berada di dekat mereka.

Secara tidak langsung lembaga dakwah kampus juga berperan dalam menanamkan rasa percaya diri dalam diri mahasiswa dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain serta semangat yang menggelora. Rasa percaya diri ini dapat memudahkan untuk penyampaian suatu kebenaran kepada orang yang belum mengetahui. Dan perasaan terbuka menerima kritik dari orang lain dapat meningkatkan kualitas seseorang. Semangat menggelora dalam beribadah diperlukan agar hati bersih dari berbagai kontaminasidan selalu sibuk dengan urusan yang benar.

Perlu diingat bahwa dalam dakwah kampus ada amal jamai. Dimana dengan amal jamai Islam akan jaya. Amal jamai adalah perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama dan terorganisir. Karena tanpa adanya amal jamaai akan terjadi kecatatan dalam aktivas. Dan orang yang melakukan amal jamaai akan mendapat pertolongan ALLAH SWT. Serta dengan amal jamai akan membuat barisan dakwah semakin kokoh.

Begitu banyaknya peranan yang bisa dilakukan dalam dakwah kampus menuju kebangkitan islam. Namun, perlu disadari bahwa kemudahan apapun yang sudah dirasakan dalam berdakwah di kampus tidak membuat semangat kita berkurang untuk terus berjuang dan berlomba-lomba mencapai kejayaan islam.

Jika terdapat masalah di dalam dakwah kampus, maka haruslah diselesaikan dengan segera agar tidak menimbulkan perasaan miris yang mungkin dapat menyakiti hati orang lain. Semua orang dapat memecahkan masalah, asalkan ia yakin dan terus mengembangkan pengetahuannya untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapinya.

Kemampuan internal yang harus dimiliki seseorang untuk memecahkan masalah tergantung pada empat aspek dalam dirinya yaitu : kualitas spiritual, kualitas intelektual, kualitas emosional dan kualitas fisik seseorang.

Kehidupan tak ubahnya sebuah perjalanan jadi harus pandai-pandai memilih kawan. Tidak semua aktivis dakwah makhluk suci yang tak pernah bersalah karena Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa “setiap anak Adam pasti bersalah”. Maka dari itu diperlukan teman seperjuangan yang selalu mengingatkan kita, saat kita melakukan kesalahan.

Jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, maka peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya. Seringlah mengunjungi saudaramu dalam jalan ini. Jangan jauhkan mereka dalam hatimu.seringlah bertatap muka dan memandang wajah mereka. Disanalah engkau akan menemui berkah hidup berjamaah, yang dapat memberi bagi jiwa agar kita dapat melanjutkan perjalanan ini sampai kebangkitan Islam terwujud.

Tetaplah disini saudaraku, bersama Allah SWT, selalu dan selamanya. (Rirus)

Baca Selengkapnya...

Susunan Kepengurusan JPRMI (Jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia) Kecamatan Medan Tuntungan Periode 2008 – 2012

Ketum : Ahmad Muhajir, A.Md
Sekum : Arif Munandar
Bendum : Rika Rusianum
Staf Kesekretariatan : Abu Hayullah


Ketua BSD : Dedy Iskandar Nst
Sekretaris BSD : Erlina W. Hasibuan
Staf BSD : Ardhy Mukhtar
Desi Eka Rani
Aulia Akbar Askam
Aritia Kurniawan Munthe


Ketua BPM : Tanti Rahayu, A.Md
Sekretaris BPM : Hazizah Nur
Staf BPM : Fia Adryaningsih
Rinda Sari
Rabiatun Adawiyah


Ketua Sebiora : Muhammad Ilyasa Nst
Sekretaris Sebiora : Terima
Staf Sebiora : Maulana Zailani
Muhammad Al Fath

Baca Selengkapnya...

Rabu, 27 Januari 2010

Anak Muda Korupsi

Tidak mau dikatakan anak-anak dan tak suka jika disebut dewasa, itulah remaja yang kita kenal dengan sebutan anak muda. Tentu saja bukan anak muda dalam film India. Ini cerita tentang anak muda zaman sekarang. Tentang kamu, seorang pemuda yang sedang membaca tulisan ini.

Kita bicara bukan tentang korupsinya para pejabat atau para penguasa. Tapi kita bicara tentang korupsinya anak muda. Apa mungkin anak muda korupsi? Apa yang mereka punya? Tak mungkinlah mereka korupsi. Harta saja tidak punya, uang saku masih minta sama orang tua apalagi kekuasaan.

Memang, remaja tidak mempunyai uang apalagi kekuasaan. Tapi, mereka masih punya waktu sebagai modal utama menjalani kehidupan ini. Kita jarang sekali merasakan bahwa sesungguhnya waktu adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga kita kadang-kadang membiarkannya berhamburan sia-sia. Dan waktu pulalah yang mengantarkan kita ke hari ini dengan berbagai suasana.

Allah berfirman dalam al-Quran (yang artinya),

Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-beanr dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Wal ‘ashri, ‘demi waktu’ ; innal insaana lafii khusrin, ‘sesungguhnya setiap manusia itu tambah hari tambah merugi, tambah tua tanbah merugi : illalladzina aamanuu wa’amilushaalihati, ‘kecuali orang yang efektif, yang menjadikan pertambahan waktunya sebgai peningkatan mutu iman, mutu amal ; wa tawaa shawbil haqqi wa tawaa shawbishshabri, ‘ dan setiap waktu terus meningkatkan kemampuan dirinya, sehingga kehadiran dirinya di dunia menjadi jalan nasehat, baik dengan tutur kata atau perilaku bagi orang lain, dalam kebenaran dan kesabaran.’setiap waktunya diolah agar dia makin hari makin rindu akan nasehat. Inilah sesungguhnya orang yang beruntung.

Yang menjadi masalah sesungguhnya bukan terletak pada waktunya, tetapi pada bagaimana kita bisa mengisinya dengan cara yang sebaik-baiknya. Karena waktu adalah salah satu modal remaja untuk melakukan korupsi.

Siapa sih yang tak pernah mengalami kejadian yang bersangkutan dengan korupsi. Tentu kita semua pernah menghadapinya. Karena jujur saja korupsi itu ada, walaupun dalam hal yang kecil. Korupsi waktu misalnya, guru yang tidak datang tepat waktu untuk mengajar anak didiknya, para pejabat yang tidak tepat waktu dalam melakukan apel, bahkan ketika anda tidak menepati waktu dalam sebuah pertemuan, anda sudah melakukan korupsi waktu dengan teman anda.

Banyak contoh korupsi yang sering kita lakukan. Namun, sering kali kita tak menyadarinya. Ketika kita tak menepati janji untuk datang sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, dan membiarkan orang tersebut menunggu kita. Sesungguhnya kita telah mengambil hak(waktu) teman kita demi kepentingan kita. Apalagi namanya kalau bukan korupsi waktu.

Saat kita para pelajar yang tugasnya belajar, terkadang lebih sering menggunakan waktu kita untuk bermain dan bersenang-senang. Kita telah mengkorupsi jatah belajar kita dengan kesenangan kita.

Selain itu, korupsi yang mungkin dilakukan remaja adalah ketika dia melihat hasil ujian temannya yang sering disebut nyontek. Menyontek maupun jurus jitu kopekologi adalah salah satu contoh dari korupsi yang tanpa sadar telah dilakukan pemuda zaman sekarang. Karena dalam hal ini, ia telah berani mengambil apa yang bukan miliknya, melainkan milik temannya. Tentu saja jawaban yang dilihatnya itu adalah hasil pemikiran dari temannya dan bukan miliknya. Jadi apalagi namanya, kalau bukan korupsi?

Bukankah waktu adalah milik Allah? Ya tentu saja. Lalu mengapa ketika azan sudah berkumandang, kita sering mengabikannya. Seolah-olah suara merdu itu bukan untuk menyeru kita. Lebih senang menjadi masbuk daripada orang yang pertama datang ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Tentu saja melalaikan shalat merupakan korupsi pada Sang Maha Pencinta. Jika dengan Sang Maha Pencinta saja sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan yang lain?

Begitulah kenyataan pemuda saat ini. Kemana semua para pemuda Islam ? Yang mampu menggetarkan sebuah Negara dengan jumlah yang sedikit. Adakah kau menemukannya saudaraku?

Pemuda merupakan unsur terpenting dalam setiap perubahan dan pembaharuan. Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi subjek dalam perubahan dan membuka lembar-lembar peradaban yang baru

Pemuda selalu menjadi sumber kekuatan yang akan menjadi modal dalam pembentukan peradaban yang lebih baik. Kekuatan yang harus dimiliki adalah kekuatan intelektual, moral, fisik, emosi, dan kemandirian yang tinggi

Pemuda merupakan generasi penerus yang akan menjamin eksistensi peradaban, bangsa, dan nilai. Pemuda akan menjadi pengawal bagi cita-cita besar suatu bangsa. Sejarah menyatat bahwa peradaban China runtuh dengan serta merta karena pemudanya dibuai dengan candu dan peradaban barat. Russia mengalami degradasi setelah menjadi negara adi daya di tangan sosok pemuda yang lemah. Eropa mengalami kemunduran di tangan pemuda yang terbuai dalam kehidupan yang pragmatis dan hedonis

Saudaraku ! Jadilah seorang pemuda yang kuat, cerdas, kreatif, dinamis, siap menanggung resiko, senantiasa mencari kebenaran dan senantiasa haus akan pengalaman.

Tak perlu kau sia-siakan waktumu dengan hal yang tak berguna, tak perlu kau lakukan lagi korupsi waktu maupun korupsi-korupsi lainnya.

Jadilah seperti Agus Salim muda yang memiliki kemampuan negosiasi dan penguasaan 7 bahasa serta integritas keimanan yang tinggi.

Jadilah seperti Ali bin Abi Thalib ra, memiliki intelektualitas yang tinggi, fisik yang kuat serta kekuatan spiritual yang prima.

Jadilah seperti Usamah bin Zaid sudah bisa memimpin pasukan Islam pertama ekspansi keluar Jazirah Arab saat ia berusia 18 tahun.

Nabi Muhammad pun adalah seorang pemuda yang selalu menjadi teladan dan tempat berhimpun segala potensi kebaikan. Dia adalah panglima perang, da’I, ulama, bussinessman, dan pemimpin sejati.

Bangkitlah sekarang juga wahai pemuda. Ubahlah kebiasaanmu menjadi sesuatu hal yang baik. (Rirus)



Baca Selengkapnya...