Tayangan halaman minggu lalu

Tampilkan postingan dengan label I'ts Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I'ts Me. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Maaf, Aku Mencintaimu


Sesuatu itu tidak ada yang kebetulan. Yakinlah semua telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Seperti saat aku mulai mengenalmu atau saat kita ditakdirkan untuk menjalin sebuah hubungan. Baik itu, sahabat, kakak, adik, partner kerja maupun guru.
Terbata-bata mulai memahamimu. Menjalin kisah singkat yang mungkin saja akan berakhir, atau bahkan sudah berakhir. Meski dirimu menyukaiku, sering pula ku membuatmu kesal.
Masih dengan keegoanku, kulakukan apa saja yang kumau. Bahkan menghilang dari orang-orang disekitarku, tanpa kabar dan tanpa alasan. Lalu ketika aku kembali menemui mereka. Aku hanya melangkahkan kakiku tanpa beban dan sedikit senyuman. Untunglah  mereka tak bertanya-tanya sebab aku juga tak mempunyai jawaban. Mereka hanya menyambutku dengan senyum hangat.
Tapi sayangnya, aku bahkan tak merasa bersalah. Pasti karena egoku dan juga keras kepalaku. Sehingga aku tak pernah mencoba untuk menerima apa yang telah ada dan mencoba menikmatinya tanpa berbuat ulah.
Lalu aku melakukan kesalahan lagi pada orang yang sama dengan jenis kesalahan yang berbeda. Tetap saja aku tak merasa bersalah, atau memang aku yang tak tahu malu.
Meski tak ada yang memarahai. Entah kenapa saat ‘orang lain’ itu bertanya mengapa /. Aku mulai merasa semua peristiwa yang terangkai ini adalah akibat kesalahanku. Sayangnya lagi, saat aku tak mencoba membela diri saat itu. Lalu kuakui saja, ini karena diriku yang terlalu lama bergerak dan bla bla. Berharap sorot matanya berhenti menatapku.
Aku bersyukur disitu ada dirimu yang ‘membelaku’ dengan caramu. Meski kesalahanku padamu lebih besar. Saat itu, aku merasa mungkin dirimu malu karena telah mengenalku dan menjadi kakakku. Sudah nakal , susah diatur lagi.
Ketika aku sudah menyadari apa kesalahanku, maka aku akan rela meminta maaf padamu.
Maaf, karena aku bukan adik yang baik bagimu
Maaf, karena saat itu aku belum mencintaimu
Maaf, telah menyusahkanmu

            Lalu saat semua berlalu, akhirnya ku tahu kau telah mencintaiku dengan cara yang berbeda.
Maaf, aku mencintaimu

Baca Selengkapnya...

Minggu, 20 November 2011

Ni Akhi atw Ukhti ?

Sesaat setelah mengganti pp. Aku dapat chat yang isinya begini.
'Ni akhi atw ukhti sih? Profilnya gamblang'

Wadoh.. Memangnya gk boleh ya pasang pp kartun cowok. Mulai dari Gon, Luffy sampai Conan memang cowok semua. Garaa juga cowok, tapi yang ini tak pernah kujadikan pp. Aku cuma suka aja sama tokoh-tokoh kartun itu.

untung ja, gk gmbar ini yang dijadikan pp..
Memangnya penting banget ya yg namanya pp? Trus kalau ppku kartun cowok, memangnya jadi masalah buat teman-temang yang lain? Toh namaku tetap sama. Masih Rika, tak pernah tu diganti jadi Ricky. Jadi tak perlu nanya lagi kan, Ni akhi atau ukhti.?

Baca Selengkapnya...

Minggu, 13 November 2011

Ketika Aku


Ketika aku mengatakan ‘mau tau aja’ itu artinya aku tak tahu bagaimana cara untuk menjelaskannya padamu. Bukan karena itu adalah sesuatu yang tak boleh kau ketahui.
Ketika aku mengatakan ‘terserahmu’ itu artinya lakukan saja sesuai kehendak hatimu sebab aku tak tahu harus berbuat apalagi.
Ketika aku mengatakan ‘entahlah’ itu artinya aku belum bisa memutuskan saat itu juga ,mungkin saat itu aku masih berada di wilayah abu-abau antara ia dan tidak.
Ketika aku mengatakan ‘nggak suka’ itu artinya aku benar-benar gak suka jadi jangan paksa aku untuk menyukainya.
Ketika aku mengatakan ‘nggak mau’ itu artinya aku benar-benar nggak mau jadi gk usah buang-buang waktu untuk membujukku karena apa pun yang kau lakukan aku tetap nggak mau melakukannya.
Ketika aku mengatakan ‘nggak penting’ itu artinya benar-benar nggak penting buatmu, tapi mungkin berbeda buatku.
Ketika aku mengatakan ‘nggak ada apa-apa ’ itu artinya aku tak mau memenuhi otakmu dengan sederet masalah tentangku. Kapan-kapan deh aku cerita.
Ketika aku nge tag foto atau note kepadamu mungkin saat itu kamu perlu membacanya karena butuh dengan informasinya. Mungkin juga karena ku tahu kalau dirimu takakan marah jika ku tag,,  hehe.
Ketika aku tersenyum, itu artinya aku senang berjumpa denganmu atau karena memang aku suka terenyum..
Ketika aku marah, diamlah sejenak karena saat itu adalah saatnya aku mengungkapkan apa yang selama ini kurasakan. Lalu lupakanlah, karena keesokan harinya aku pun sudah lupa pernah memarahimu.
Ketika aku menangis, jangan bicara kepadaku karena nanti aku malah bisa tambah nangis.

Baca Selengkapnya...

Jumat, 11 November 2011

Buat Judul Sendiri aja Ya


Ada yang datang ada yang pergi begitulah aroma kehidupan yang kita ketahui. Kita tak bisa kehendak kepada siapa pun untuk berteman, bersahabat, atau menjadi rekan kerja kita. Karena itu ada masanya. Masa-masa untuk berpisah. Masa-masa untuk meninggalkan. Dan masa-masa untuk menghilang. Entah, dengan alasan apa hanya. Tapi itulah kenyataan hidup, tak patut untuk ditangisi apalagi untuk disesali. Karena hidup terus berjalan.
Masih ingat saat pertamakali kita bertemu?. Atau masih ingat saat terakhir kali kita bertemu sebelum mengantarka kita pada hari ini.  Kalau nggak ingat juga nggak apa-apa. Nggak usah dipaksa kali. Hehh. Pertamakali bertemu waktu kita msih smp kelas tiga. Sama-sama menuntut ilmu untuk masuk ke sma favorit. Terakhir  kali kita bertemu mungkin bulan Agustus kemarin di Taman Budaya atau waktu bubar di Al-manar . sdalnya lebaran juga nggak jumpa.
Entah memang kita yang sibuk atau Cuma sok sibuk aja. Nggak penting juga ya, yang penting kan kapan kita ketemunya?
Sampai hari itu, 29 Oktober 2011. hari dimana kita sejatinya akan bertemu. Sebenarnya cuma bertemu untuk syura Kids aja, tapi semua jadi istimewa karena ku yakin kau akan berada disana. Aku juga berharap bertemu teman-teman yang lain. Minimal jumpa waktu syura pun jadi.
Seperti anak muda yang sedang dimabuk cinta. Kita pun janjian akan datang dan bertemu disana. Mulai smsan menanyakan kagi dimana? Sepertinya lima menit sekali kita sudah mengabarkan posisi kita yang berpindah-pindah dibawa angkot.
Selepas dzhuhur, akhirnya dirimu sampai duluan di ujung gang, menunggu kedatanganku. Agar kita bisa berjalan beririnagn menuju tempat yang dijanjikan. Masih dengan baju pramuka dirimu bercerita, ‘entah apalah, tadi dia liatinnya kayak gitu kali. Kayak nggak pernah liat orang pake baju pramuka aja’.
‘Santai kawan, biarin aja paling-paling dirimu dikirain kakak pembina pramuka’ jawabku sekenanya
Aku lupa entah apa yang kita bicarakan. Sampai akhirnya kita ada di tempat itu dan saling menyuruh untuk masuk duluan. Maklumlah terlambat.
Syura pun berlangsung dengan damai dan sedikit riuh canda tawa. Sampai orang lain di sekitar situ menoleh pada kita. Tapi tenang saja tak ada teguran yang kita dapatkan.
            Selepas syura, kita bingung mau kemana. Mau ikut JR atau makan dulu. Kalau makan dulu pasti nggak sempat ikut JR. Kita sudah melirik warung siomay di sebrang jalan. Aduh, rintik hujan pun mulai mematuki kepala kita. Bingung menentukan pilihan, ditambah lagi saat itu ada angkot yang akan kita naiki. Akhirnya kita naik angkot, siomay gagal.
Kita juga belum tau mau makan dulu atau masih ada kesempatan ikut JR.  Maklumlah dibutuhkan waktu yang lama agar kita sampai di tempat JR. Takutnya kita sampai disana cuma untuk numpang shalat ashar karena acaranya dah siap. Lagian kita juga nggak wajib datang JR, soalnya gk ada instruksi langsung dari yang berwajib kan. Datang ke JR pun dibatalkan. Hegee
Kita pun memutuskan untuk makan bakso saja di tempat biasa. Disepanjang perjalanan entah apa saja kita pun berlama lama disi yang kita bicarakan. Mulai dari a sampai z. sampai-sampai aku lupa entah apa yang kita bicarakan. Aku cuma tahu saat itu macam kita aja yang jadi penumpang di angkot tu. Soalnya keasyikan cerita sampai nggak nyadar kalau dah mau nyampe.
 Kita  pun berlama-lama makan baksonya dan tentu saja obrolan itu terus berlanjut. Tanpa sadar aku mulai menyadari ternyta aku lebih sebagi pendengar, soalnya kawanku yang satu ini yang lebih banyak bicaranya. Entah apa-apa yang dibicarakannya, mungkin kangen kali dia dah lama nggak jumpa. Hesseshh.
Ashar masih lama, padahal kami  ada aktivitas akan dilakukan selepas ashar. Kami pun bingung mau kemana lagi. Soalnya nggak mungkin kami berlama-lama lagi di warung ini.
“Kita ke situ yuk” ajakmu sambil menunjuk swalayan terdekat
“Mau ngapain?” tanyaku
“Mau jajan”
“Jajan apa? Ya udah ika beli es krim aja”
“Ya udah kita sama aja?”
Es krim pun dibeli. Lalu  muncul masalah, kita mau makan es krimnya dimana? Soalnya sayang kan eskrim nya ntar meleleh. Mulai mencari tempat duduk dan tidak ada satupun yang bisa dijadikan tempat persinggahan sementara. Sampai kita berjalan di pos polisi terdekat.
 “Kita numpang duduk di pos polisi itu aja.  Ntar kalau polisinya nanya, kita bilang gini aja. Mau numpang makan es krim pak, takut esnya meleleh. Nggak mungkin kan gak dikasih. Namanya juga polisi pembantu masyarkat. Enak tuh Na, ada pohon rindangnya. ” usulku
“Trus kalo dia bilang gini, boleh  tapi saya juga mau es krimnya gimana?” balasnya
“Hadoohh,, dah lah gk jadilah. Kita jalan aja ke tempat selanjutnya. ”
            Lalu kami pun melangkahkan kaki menuju tempat selanjutnya. Dulu tempat ini sempat disebut markasnya getah karet lengket. Alhamdulillah yang punya rumah baik, dah dikasih numpang makan es krim, numpang sholat, dan numpang rebahan sebentar. Hahaha. Rumahnya siapa ini ya?
            Selesai shalat ashar seharusnya kita pergi menuju tempat berikutnya. Masih tempat biasa yang kita datangi ketika kita akan syura jprmi. Namun, entah kenapa kita berdua sangat malas untuk melangkahkan kaki ke tempat itu. Dan  sengaja mengulur waktu dengan membuat jus wortel plus madu ditambah lagi searching google karena ada keperluan.
            Dan aku pun rebahan dikasur sambil melihat dirimu di depan komputer. Lumayanlah istirahat sebentar, untung aja nggak ketiduran ya. Aszzikk
            Lalu muncullah ide itu. Malas kali datang syura, kita nggak usah datang yok dan jam berapa ni. Kulihat jam, tenyata sudah hampir setengah enam.
            Kita datang aja Na, gak papa datang telat kita nyetor muka aja ntar disana. Lalu kami pun berjalan dan memang kami hanya menyetor muka disana. Sekalian bertemu dengan kawan lama. Kya…. Nyetor muka
            Sepuluh menit sebelum adzan maghrib syura kami selesai. Tapi tak berarti perjalanan kami selesai. Ina mau pergi ke tempat saudaranya,jadi tak mungkin ia shalat di rumah. Kami pun menuju mesjid terdekat untuk melaksanakan shalat maghrib.
            Lalu sejenak aku bertanya
“Kalau shalat disini ntar naik angkotnya dari mana Na? Ntar mesti jalan lagi kan naik angkotnya, nggak kelamaan tuh
“Oh iya ya. Kalau gitu kita jalan aja ke sana aja tempat nunggu angkot di proyek baru. Toh baru aja adzan kok”
“Okelah. Bagiku tak masalah karena rumahku dekat dari sini. ”
Masih diperjalanan kami menemukan sebuah mesjid. Tapi anehnya kedua kamar mandinya terisi oleh laki-laki. Kami jadi bingung, apa mungkin tidak ada tempat berwudhu untuk perempuan. Kami hanya melihat dari kejauhan, berharap mereka cepar mengambil wudhu dan memastikan mana tempat berwudhu wanita. Akhirnya kami mendapatkannya dan melaksanakan shalat magrib berjamaah disana.
Shalat sudah selesai, perjalanan ini pun berakhir. Tak terasa setengah hari kami bersama. Mulai dari dzuhur, ashar sampai maghrib untung nggak sampai isya ya. Lalu berpisah menuju tujuan masing-masing. See u next time. Ana uhibbuki fillah

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juli 2011

I'm a stupid girl



Mungkin kita akan merasa sakit saat org disekitar kita tidak membalas kebaikan kita. Bahkan ucapan terima kasih pun, tidak kita dapatkan.
Sangat sakit, saat kita membutuhkan mereka, mereka malah mencaci kita.
Lalu apakah kita harus berhenti berbuat baik? Atau benarkah pepatah yg berkata, 'Orang baik itu hampir sama dengan orang bodoh'

maybe I'm A sTupId giRl.

Baca Selengkapnya...

Kamis, 09 Juni 2011

Untukmu Kakakkku Tersayang.




Bukan kisah bukan pula cerita, hanya ingin menulis.


Untukmu kakakkku tersayang.

Pa kabar kak? Udah lama nggak keliatan di kampus ijo. Sekarang mainannya nggak kampus lagi ya? Apa sih yag lagi diurusin kak? Ngurusin nak rohis smansta, trus BTM3 juga kan? JPRMi juga kah? kalau ngurusin rumah dah pasti ya. ckck

Kalau Ika lagi sibuk ngurus peroposal kak, hari rabu kemaren, baru mau daftar. Mungkin majunya ntar kalo udah libur..

Kemaren tu, dosen ps kami lama keluarnya kak. Akhir bulan 2 baru diumumkan oleh jurusa. Dosen ps ika Bu retno kak. Ika cuma jumpain dia sekali, itu pun cuma minta tanda tangan sebagai persetujuan menjadi dosen ps. Abis tu, ntah kenapa ika malas kali jumpain ibu tu. Ibu tu nanya-nanya, kira-kira mau buat judul apa? Ika bilang ja ika masih baca-baca aja buk, belum buat rancangannya.

Lalu Ika pun nggak da menghubungi ibu tu lagi. Entah kenapa lah, padahal semester depan tu dah nggak ada mata kuliah lagi. Jadi hampir selama 2 bulan nggak ada ika kerjain.

Trus sudah agak mulai sibuk saat semua kawan dah hampir maju seminar.


Ketika bertemu dengan kawan, pertanyaan yang paling ika hindari adalah.. “kapan seminar” hehe. Bahkan pernah juga berpikiran “aduh daripada ntar nanti di tanyain tentang proposal dan seminar, mendingan awak cabut ajalah.

Karena saat itu, itu adalah pertanyaan yang paling sensitif.


Semakin banyak yang menanyai dan Ika nggak tau mau jawab apalagi. Langsung lah semangat awak mulai berkobar mengerjainnya. Wah gawat nih,, Dengan terpaksalah, Ika jumpain ibu tu sambil mengajukan bab1, 2 dan 3. padahal dah mau ujian kak, hehe...

Mau nya sih ibu tu langsung acc setelah ada perbaikan. Tapi ternyata ibu tu minta instrumen nya juga, sekalian rpp. Udahlah tak semangat lagi awak mau ngerjainnya. Dan kertas-kertas itu pun ditinggalkan lagi. Berhenti disini untuk sementara, lalu dah mau libur karena SNMPTN, masih dengan terpaksalah awak mengerjakan apa yang disuruhnya.

Motivasi yang paling kuat adalah karena sudah hampir mendekati deadline, dan Ika nggak mau ntar semester depan ngerjain proposal atau skripsi tak bersama teman-teman lagi. Trus dah bosan juga di kampus ijo kita itu. Walaupun sampai sekarang belum seminar. Haha, yang penting dah daftar kan kak.

Pas waktu mau daftar, Pak Jp nya nggak ada. Dah lah nunggu besok. Trus mau jumpain kak Tia, kakak tu bilang ntar ja setelah makan siang. Katanya sih jam setengah dua gitu. Tapi ternyata, dia baru selesai makannya jam 3. Padahal ika dah mau pulang sebenarnya kak. Nggak enak nunggu sendirian. Belum lagi validitas, surat penelitian dll.

Ternyata kak, itu semua bisa dikerjakan kurang lebih dengan 2 minggu. Entah kenapalah awak menunggu sampai 2 bulan baru mau memulainya.

Ternyata semua itu berawal dari hati dan juga otak. Ketika hati kita enggan untuk melakukannya maka semua tubuh kita pun merespon hal yang sama. Ketika kita berpikir akan sulit untuk melakukannya maka pekerjaan itu pun akan sangat sukit untuk diselesaikan.

Dan yang terpenting adalah motivasi terbesar yang ada di dalam diri. Karena ia tak bisa dibeli, dan semangat itu pun tak bisa dibakar, selain oleh diri sendiri. Meskipun banyak orang yang berharap kau segera bangkit, kau pasti takkan bisa bangkit, sebelum hati dan pikiranmu fokus untuk menegrjakan sesuatu.

Hanya butuh memfokuskan diri untuk mengerjar sesuatu yang ingin kau capai. Jangan jadikan alasan lain, ketika memang penghambat utamnya berasal dari diri sendiri. (belajar dari pengalaman).

Meski pun susah untuk memulai, karena Ika nggak mau kayak Mas No yang menyelesaikan kuliahnya di akhir jatah semesternya. Atau seperti kak Azhar yang masih belum melanjutkan kuliahnya setelah ppl. Meskipun ika tau Mas No, lebih aktif dengan dakwahya di luar kampur dan Kak Azhar mempunyai pilihan tersendiri untuk meraih mimpinya karena ia masih mempunyai tanggungan.

Ika juga nggak mau kakak kayak gitu, walaupun ika nggak tau apa penyebab kakak berhenti sejenak dalam proses pengerjaan proposal. Atau mungkin saja kakak mempunyai mimpi lain yang memang harus dikerjakan sekarang. Mungkinkah judul yang diberikan dosen Ps kakak, tidak kakak sukai? Apapun itu hanya kakak yang tau.

Jadi pertanyaannya, ,kapan rencananya mau wisuda kak. (hee)



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila suatu musibah menimpamu, janganlah engkau berkata, ‘Kalau saja aku berbuat demikian, tentu akan terjadi demikian dan demikian.’ Akan tetapi katakanlah, ‘(Ini adalah) ketentuan Allah. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terjadi’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka celah perbuatan setan.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 04 Juni 2011

Kenapa harus Ika Putri Seya ?


Bagi mereka yang pernah nyangkut diblognya Ika Putri Seya pasti mengenalnya.

Ika, adalah nama panggilannya meski tak semua memanggilnya seperti itu. Hanya saja dia lebih senang jika anda memanggilnya dengan sebutan itu.

Putri, dipilihnya kata ini karena ia adalah seorang putri. Putri manis dari unimed, begitulah seorang kakak memberinya julukan.

Seya, diambil dari kata Seiya atau Sheiya. Ia juga tak tahu persis. Dia hanya tahu, waktu dia kecil sering nonton dragon ball. Kalau tak salah pemeran utamanya dan teman-temanya berasal dari planet seiya, dimana penghuninya selalau memiliki kekuatan super. Pernah juga menonton film kartun lainnya yang pemeran utamanya memiliki nama Seiya. Karena sang pemeran utama kuat dan keren, nama itu pun terpatri dalam ingatannya. Dia hanya mau sekuat mereka dan sekeren mereka.

Kenapa harus ganti nama ?

Karena ini dunia maya, kadang tak tersentuh akal. Tak perlu kenal dengan sang pemilik nama, sebab kita berteman dengan mereka, yang berasal entah dari siapa saja. Tak pernah kenal, jelas tak ada masalah.

Karena ini dunia maya, menyatakan yang terlihat maya.


Baca Selengkapnya...

Selasa, 19 Oktober 2010

Kisah Tak Berurut


Aku mnulis bkan krn aku tau apa yg mw kutulis.
Aku mnulis krna aku ingin mnulis.
Tak ada kisah, tak ada cerita, hanya ada mau.

Dsini smw brbda, yg sholehpun tak nampak lagi kesholehannya. Tak pernah ada kjujuran krna smw slg mndiamkan. Yg baik pun tak lgi baik, krna baik dan buruk sama saja. Tapi dsini masih ada hati yang harus tetap dijaga.

Dari sini, kudengar kabar. Ada tangisan disana. Jeritan suara hati yg belum waktunya memiliki. Tak pernah ada cerita yang kudengar, hanya saja tangisan itu terlihat jelas di setiap pesannya. Tak pernah bermaksud untuk menasehati, hanya saja ku ingin dia tersenyum kembali. Kukirimkan beribu pesan dan beribu doa, berharap ia baik-baik saja.

Dsana, drumah tak beratap namun berpondasi. Kulihat ada letih dengan pertengkarannya yg tak pernah selesai. Pasti ada lelah, dan terkadang ingin menyerah. Tapi jelas ada bahagia dsana, nyata terlihat dalam setiap kata. Di tempat itu, tak perlu ada teori karena smw jiwa bergerak demi satu tujuan. Memang ada salah dan stiap jiwa brusaha mmperbaikinya. Di tempat itu, ada perbedaan, ada ricuh serta ada senyuman tulus yg sangat indah. Inginku pergi melarikan dri dari rumah itu, namun tak pernah bisa pergi jauh.

Dirumah tepas itu, kulihat ada sayang, pasti ada cinta dan ada aku juga. Sayang yg tak pernah dikatakan, namun selalu bisa dirasakan.
Cinta yg tak pernah diucapkan, namun selalu ada pengorbanan. Semua terasa indah saat sudah memasuki batas usia. Baru tersadar, bahwa mereka yg bsa membuatku bhgia. Hanya mereka yg bsa membuatku tersenyum. Semoga masih ada waktu mereguk manisnya hubungan itu, di akhir batas usia mereka.

Jauh dsana, di tanah yg brhektar-hektar luasnya. Dia sendirian, memendam rindu yg tak berpengharapan dan akhirnya jatuh sakit di semester pertama. Ya Allah, kuingin dia menjadi salah satu tentaraMu. Karena q tak bsa menjaganya. Kusampaikan doa rabithahku padanya, jadikanlah ia pejuang di jalanMu

Baca Selengkapnya...

Senin, 18 Oktober 2010

Akhirnya Berhenti Disini

Pergi tak meninggalkan jejak.
Bukan untuk rehat sejenak.
Tapi, memang tak cukup bergairah menyusun kata-kata bermakna.
Sampai waktu yang tak ditentukan.
Karena driku, bukan driku lagi.

Baca Selengkapnya...

Kamis, 03 Juni 2010

dia

dia


dia adalah seorang anak manusia yang pada mulanya berwajah manis, tapi kini sering bersikap sinis.
masih tetap keras kepala dengan senyumannya yang cukup manis..
terkesan berantakan dan tak peduli pada pendapat orang lain mengenai dirinya.
sebenarnya dia tidak cuek, hanya saja dia tidak suka mengurusi urusan orang lain. menurutnya, urus diri sendiri aja lah dlu..
Tidak mudah percaya pada orang lain, apalagi orang yang pernah bohong dan tak menepati janji kepadanya.. langsung di black list tuh namanya di hatinya.

Orangnya terkesan ceplas-ceplos dan tanpa sadar sering menyakiti hati orang lain. Apalagi mereka yang tak kenal dekat dengannya pasti sering tersakiti,, dan parahnya lagi terkadang dia sendiri tidak sadar bahwa dia adalah penyebab orang lain sakit hati. (parah banget kan!!). Sering melupakan hal-hal kecil yang dianggap orang lain penting. Mudah panik juga.

Dia terlalu pintar memainkan kata-kata, sehinga orang lain akan salah tafsir dengan apa yang dikatakannya dan dia suka sekali menyembunyikan semua perasaannya. Dia tak suka disuruh-suruh apalagi diperintah,, walaupun terkadang ia akan melakukan pekerjaan tersebut. dia lebih senang jika seseorang meminta tolong padanya untuk melakukan sesuatu.

Dia lebih suka dimarahi dan diteriaki daripada disindir. Karena sindiran itu dapat menimbulkan banyak opini yang bisa membuat kepalanya pusing. Tidak bisa ditebak jalan pikirannya bahkan oleh sahabatnya sendiri.

Dia suka dengan hujan karena hujan membuat suasana lebih sejuk.
Dia adalah saya

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 10 April 2010



Subhanallah...
Semua yang diawali dengan kejujuran akan selalu diakhiri dengan kemudahan, yang selalu membuat hati tentram.
Katakan saja, apa yang ada di pikiran. Tak perlu dipikirkan apa yang ingin dikatakan.

Subhanallah...
Ketika kaki melangkah, inginku hati pun tergerak. Tak hanya sekedar jasad.

Bismillah...
Dengan cara yang ahsan, ku utarakan kata-kata itu. Akhirnya, perbedaan itu pun tak jadi masalah.

Alhamdulillah...
Beberapa episode dari perjalanan itu. Telah berakhir, dengan bermacam rasa di dada.

Masyaallah...
Semuanya hampir hancur, ditengah kelelahan dan kefuturan.

Astaghfirullah...
Ampun..
Saat diri ini hanya diam di tempat. Bahkan berniat mundur. Banyak org yg telah mendahuluiku, ku tetap saja diam.
Seolah tak terjadi sesuatu. Jiwa pun melayang, ke Negeri antah berantah.


Dapat apa dari semuanya?
Sungguh, Tak dapat apa-apa. Hanya aq senang melihat senyuman para pejuang yg tak pernah lelah berjuang.

Senyuman itu...
Adalah perenungan hati. Membuatku bergerak dan terus mencari.



Ini tentang langkah yang kan di bentuk. Cara yang kan di pakai untuk sebuah tujuan.
Bukan pula cerita narasi, deskripsi. Hanya perasaan diri, namun sulit hati berkata....
Bukan fiktif, sedikit naif hanya sebuah realita.



Kadang tertulis tak terucap merendam semangat dalam rindu.
Terucap tak tertulis menyapa ramai tak berpengharapan.
Terucap, tertulis, taramal
Menyemai benih ketnggian mimpi,
Meniti langkah jalannya hti.,


Senyuman pejuang di kala letih, sanggup katakan lebih banyak daripada pesan yang disampaikan semua kata.
Qu paham......
Krna qu pernah merasakan.
Terasa indah, saat kehilangan.
Terasa bahagia, saat pertemuan.


Tak kubiarkn ia direngut, karena tanpanya ku tak menyapa.
Tak kubiarkan ia dijamah, karena nodanya timbul drita.
Tak kurela ia pergi, karena jauhnya tak brtiti.
Tak kurela ia tengglam, krn hilangnya jauh berkata.
Kemanapun ia, kutmani langkahnya.... Brdiri ia, aku penegaknya.
Beribadah ia, aku pendampngnya.


Qu hanya tw...
Bahagia itu kurasakan saat semuanya berantakan.
Saat kejujuran di tata dengan kehalusan kata-kata. Tak pernah gentar, hanya selalu jujur katakan smwnya.
Yah... Tak perlu berbelit-belit apalagi basa-basi.

Baca Selengkapnya...