Bismillah
Maafkan aku jika hari ini dan seterusnya, aku tak bisa lagi bertoleransi.
Maafkan aku karena terlalu berbaik sangka padamu
Teriring salam sepanjang zaman.
Assalamualaikum Saudaraku.
Ku yakin kau selalu baik bersama para kurcacimu
Melewati masa, kulihat bangunan rumah itu hampir sempurna. Begitu indah dikelilingi taman walau tanpa kupu-kupu.
Hari ini
Biarlah hanya kau dan para kurcaci yang menempati rumah itu.
Biarlah semuanya terkubur dalam kenangan. Pertengkaran kecil dengan kebahagiaan besar. Kasih yg selalu ada, persaudaraan itu pasti. Bahkan, tangisan dalam sebuah senyuman pun ada. Sakit hati adalah hal biasa.
Karena kita masih ada, bukan karena kami kalian ada.
Hari ini
Kucabut semua rasa itu dari hatiku.
Serahkan rumah itu padamu.
Bangunlah ia dengan caramu dan aku kan segera berlalu.
Tayangan halaman minggu lalu
Rabu, 22 Desember 2010
Bangunlah 'ia' dengan Caramu
Sabtu, 04 Desember 2010
Dibalik Layar JPRMI MeTung
Bismillah
Ini bukanlah dibalik layar progja JPRMI MeTung yang sudah terlaksana. Ini adalah dibalik layar personal pengurus JPRMI MeTung. Jadi, kita tak akan membahas PROGJA apalagi LPJ. Saya hanya iseng, ingin mendeskripsikan watak para pengurus JPRMI MeTung yang sudah dua tahun ini bersama-sama menjalankan sebuah misi. Bagi yang belum tau, JPRMI MeTung itu adalah singkatan dari Jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia Medan Tuntungan
Sebelum itu, saya ingin memperkenalkan komposisi pengurus JPRMI MeTung yang baru setelah terjadi reshuffle.
Ketua Umum : Ahmad Muhazir, A.Md
Sekretaris Umum : Ardhy Mukhtar
Bendahara Umum : Rika Rusianum
Bidang Syiar dan Dakwah (BSD)
Ketua : Dedy Iskandar
Sekretaris : Erlina W. Hasibuan, SE
Anggota : Ardhy Mukhtar
Abu Hayullah
Desi Eka Rani
Firli
Een
Bidang Seni Budaya dan Olahraga (Sebiora)
Ketua : Muhammad Ilyasa Nasution
Anggota : Muhammad Al Fath
Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md
Ali Zaki Mustafa Tanjung
Ahmad Zailani
Rizki Hidayat
Tanti Rahayu, A.Md
Hazizah Nur
Rinda Sari
Diah Sulistiani
Jangan tanya kenapa hanya ada dua bidang, cukup kami saja yang tahu. ^_^
Sosok pemuda ini adalah yang paling tua diantara kami siapa lagi kalau bukan Sang Ketua, Ahmad Muhazir, A.Md namanya. Pertama kali saya bertemu dengannya, kesan sombong adalah yang pertama kali saya dapat. Sepertinya sekarang juga masih sama, masih sombong kelihatannya (sorry Bos). Orangnya cukup perhatian kepada JPRMI MeTung, seolah-olah dia adalah pemilik JPRMI MeTung ini. Tapi baguslah, kalau bukan sang ketua yang perhatian lantas siapa lagi yang perhatian.
Dulu sih orangnya suka nyindir-nyindir gitu, tapi sekarang kayaknya sudah mulai berkurang (kayaknya ya!). Omongannya pedas banget kalah deh tuh si cabe rawit kalau Sang Ketua ini marah-marah. Orangnya baik tapi cukup keras kepala. Kata-katanya payah banget untuk dipatahkan, kadang-kadang kalau dia sudah bicara bisa saja itu menjadi keputusan mutlak. Sampai ada seorang ikhwan yang berkata “Kalau Ana sih setuju saja dengan rencana itu, tapi taulah bang Azir” Ya kita tahulah seperti apa Sang Ketua kita ini (peace !).
Kita beralih dari Sang Ketua menuju kakak yang satu ini. Namanya memang tak tercantum dalam kepengurusan JPRMI MeTung yang telah di reshuffle. Ia adalah Arif Munandar, S.E.I mantan Sekum kami yang telah pensiun dini dari JPRMI dan hanya dialah yang tahu penyebab pensiunnya itu, yang jelas dia atak pernah dipecat dari sini. (hehe)
Kakak yang satu ini orangnya agak kemayu-kemayu gitu (menurut saya ya!). Kalau urusan administrasi dia jagonya, tak salah meletakkannya diposisi Sekretaris. Lumayan bertanggung jawab walau rada pelupa. Seragam “kebesaran” kami telah lahir lewat masa kerjanya tahun 2009. Seragamnya(jaket jprmi) itu memang kebesaran, sampai-sampai harus dikecilkan kalau tak mau tenggelam memakainya. Tapi tak apa lah, yang penting punya seragam daripada nanti dibilang anak bawang.
Sekarang siapa lagi ya? Kalau yang ini tukang kerja lapangan, maksudnya tukang antar undangan. Dah tahu lah siapa, pastinya Dedi Iskandar Nasution. KaBid BSD ini selalu senantiasa mengantar undangan KaBul (Kajian Bulanan) kepada Remaja Mesjid Medan Tuntungan sekitar (makasih ya, dah mau ngantar undangan). Si Kawan ini kadang sering berantam juga dengan sekretarisnya, tapi gpp lah asal jangan berantam dengan saya saja. Trus kadang-kadang Si Kawan ini rada-rada error juga, tapi orangnya baik sih.
Sekarang kita beralih ke sekretarisnya namanya Erlina W. Hasibuan, SE lebih sering dipanggil Ina. Si Ina ini adalah orang yang selalu membuat undangan yang dikeluarkan BSD dan mengetik LPJ serta menulis ulang Progja. Orangnya gede, tapi suaranya kecil (sorry fren, Cuma iseng ja). Orangnya moddy banget, jadi kalau dia lahi nggak mood nggak usah diganggulah ntar bisa sakit hati dan kita bisa emosi sendiri dibuatnya. Orangnya baik (maklumlah nak JPRMI itu baik-baik semua orangnya) dan mudah panik.
Kalau Si Ardhy Mukhtar, pertama kali bertemu kelihatannya si Kawan ini masih anak-anak tapi sekarang sih dah mulai dewasa (kayaknya). Trus kayaknya penyanyang anak-anak juga. Ia adalah partnernya ketua BSD dalam mengantar undangan. Tentu saja sebelum ia menjabat sebagai sekretasis umum. Pokoknya dah soulmate lah dalam hal mengantar undangan. Selain itu, soulmatenya yang lain adalah Sang Ketua dah macam adik beradik aja orang ni berdua. Dua orang ini nyambung aja bawaaanya ntah apapun yang dibicarakan sampe bosan saya ngelihatnya (Just Kidding). Kalau si Abu Hayullah gimana ya? soalnya jarang ketemu sih. Saya Cuma tau kalau dia abangnya Rabiatun Adawiyah, mantan staff BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah)
Sekarang beralih ke Desi Eka Rani, si Desi orangnya sebenarnya suka marah-marah tapi sekarang dah nggak lagi soalnya dia dah bisa mengatur emosinya untuk tidak marah-marah. Saya juga belum pernah melihatnya marah, soalnya pinter banget menyembunyikan kalau dia sedang marah. Baik dan bertanggung jawab, trus sering juga smsin taujih ke saya(kalau ke yang lain nggak tahu ya). Desi juga bisa memilah dan memilih mana yang lebih prioritas bagi dirinya.
Tanti Rahayu, A.Md adalah mantan ketua BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah) sebelum bidang itu dimusnahkan untuk semester ini. Jadi, beliau sekarang bergabung dengan Sebiora. Kelihatannya beliau tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada semester ini berikut kepindahannya ke Sebiora (gpp lah Kak, itung-itung istirahat satu semester). Meskipun sekarang sudah tidak menggawangi Keputrian dan PK(Pengembangan Kreativitas) ide-ide mu masih berguna diranah yang lain. ini bukanlah untuk mematikan kreativitasmu apalagi memenjarakanmu agar tak bisa berbuat apa-apa disini.(lebay.com).
Kakakku yang satu ini rada tomboy kurasa, tapi tak apalah soalnya dia jago masak. Merupakan informan tercanggih dikalangan para akhwat(hehe). Jadi, kalau mau tanya apa-apa langsung aja hubungi kakak yang satu ini. Kadang-kadang saya juga rada takut sama kakak yang satu ini, mungkin karena mukanya seram kali ya (becanda ya Sist..)
Kalau mantan Staff BSD yang lain pasti baiklah, (namanya juga nak JPRMI MeTung. Hazizah Nur orangnya yang paling kecil diantara kami, tapi tentu saja bukan yang paling muda, apalagi yang paling imut (nggak boleh marah!). kadang-kadang lebih suka menemani adiknya dirumah daripada datang syura bersam-sama kami.
Kalau yang ini Rinda Sari namanya, tapi dia lebih senang dipanggil Rinda “ST 13”. Orangnya lucu, baik pasti tapi kadang bisa buat saya emosi hingga memilih tak bicara dengannya untuk beberapa saat. Selain itu, dia adalah tukang carter angkot kalau kita mau pergi KaBul di daerah yang jauh. Suka banget nanya-nanya kita dah datang ke sebuah acara atau belum, soalnya dia tak mau menunggu orang lain maunya ditunggu ja. Peace! .
Diah Sulistiani, entah polos atau apa, kadang pemikirannya tak sejalan dengan saya dan saya pernah membencinya (sekarang sih dah nggak). Nggak tau lagilah mau nulis apa....
Trus ada yang ketinggalan nggak yah?
Kayaknya dah cukuplah, kalau anak baru sih saya nggak tau, yang saya tahu Si Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md pintar banget ngutak-atik komputer trus Si Ali Zaki Mustafa Tanjung hobi banget manin futsal dan nge-fans berat sama peterpan. Kalau saya sih orangnya biasa-biasa saja jadi nggak perlu ditulis.
So, jangan ada yang sakit hati ya,! Saya kan Cuma iseng. Kalau ada lagi yang mau nambahin atau dikurangi boleh. Ditunggu komennya..
Sabtu, 27 November 2010
SHOLAT DULU AH!
Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Aku langsung pulang saja. Walaupun kutahu sekitar 20 menit lagi akan berkumandang adzan dzuhur.. Ketenangan yang dipancarkan mesjid ini pun tak bisa memaksaku untuk singgah kedalam
Ternyata ….
Sambil terus memasang muka sok tahu aku berdzikir dalam hati. Aku melihat tulisan Jl bhayangkara. Aduh! Betul-betul nyasar nih. Gawat deh. Sudah tenang saja, sebentar lagi juga sampai (pikirku dalam hati).
Selanjutnya kulihat tulisan “Selamat Datang di Kawasan Tembung”. Betulkan nyasar! Ya sudah, dengan muka sok tahu aku turun dan kembali lagi ke Unimed.
Aduh! Jadi menyesal nih maunya cepat. Eh malah jadi lama. Andai saja aku sholat dzuhur dulu. Tapi sudahlah, perjalananku masih panjang. Aku naik angkot arah P. Bulan
Aku masih bersyukur karena tidak nyasar terlalu jauh. Langsung saja kubuka dompetku untuk membayar ongkos. Namun, tak kutemukan dompet di tasku. Aduh! Apalagi ini.
Setelah sampai padang bulan, aku langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah. Akhirnya, aku sampai di rumah pukul 14.15.
Jalur Angkutan Kota dari Unimed
Sabtu, 20 November 2010
Akh ! Kak ! Pak ! Bang!
Jumat, 29 Oktober 2010
PRATIKUM KIMIA ORGANIK
PENGARUH FORMALIN TERHADAP TAHU
TUJUAN PERCOBAAN
Mengamati perubahan keadaan tahu yang diberi formalin dan yang tidak diberi.
DASAR TEORI
Asam benzoat (C6H5COOH) merupakan pengawet yang paling sering digunakan terutama pada mamin asam, karena bekerjanya efektif pada pH 2,5-4,0. Benzoat digunakan karena bisa mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri. Umumnya produsen menggunakan bentuk garamnya, yaitu natrium benzoat. Karena di dalam tubuh, garam tersebut akan terurai menjadi asam benzoat yang tidak terdisosiasi.
Di samping itu tubuh mempunyai sistem autodetoksifikasi terhadap asam benzoat, sehingga tidak terakumulasi dalam jaringan tubuh selama tidak dikonsumsi berlebihan.
Umumnya asam benzoat bisa bereaksi dengan glisin membentuk asam hipurat yang tidak berguna dan akan dibuang oleh tubuh. Efektif bekerja pada pH basa, 6,5. Selain natrium benzoat, pengawet yang mau diamati adalah formalin.
Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid.
Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida, dan pengawet. Formalin mempunyai banyak nama kimia diantaranya adalah : Formol, Methylene aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene dan Methylene glycol. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10-40 persen.
Akibat jangka pendek yang terjadi biasanya bila terpapar formalin dalam jumlah yang banyak, Tanda dan gejala akut atau jangka pendek yang dapat terjadi adalah bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.
Meskipun dalam jumlah kecil, dalam jangka panjang formalin juga bisa mengakibatkan banyak gangguan organ tubuh. Apabila terhirup dalam jangka lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru. Gangguan otak mengakibatk efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, gangguan emosi, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi, daya ingat berkurang dan gangguan perilaku lainnya. Dalam jangka panjang dapat terjadi gangguan haid dan kemandulan pada perempuan. Kanker pada hidung, ronggga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak juga bisa terjadi.
ALAT DAN BAHAN
Alat : Pisau, Pipet Tetes, Spatula.
Bahan : Formalin 10%, Kaca Arloji,Tahu.
PROSEDUR
1. Sediakan tahu yang mau di uji.Sampel tersebut harus bebas dari pengaruh zat pengawet.
2. Bagi tahu tersebut menjadi 2 bagian yang sama rata.
3. Bagian pertama ditetesi dengan dengan formalin 10% sebanyak 3 ml, bagian kedua di beri, sedangkan bagian terakhir dibiarkan tanpa bahan pengawet.
4. Letakkan masing-masing tahu di kaca arloji
5. Diamkan selama 12 jam, dan amati perubahan yang terjadi.
6. Bandingkan kedua hasil tersebut. Catat kesimpulannya.
Selasa, 19 Oktober 2010
Kisah Tak Berurut
Aku mnulis bkan krn aku tau apa yg mw kutulis.
Aku mnulis krna aku ingin mnulis.
Tak ada kisah, tak ada cerita, hanya ada mau.
Dsini smw brbda, yg sholehpun tak nampak lagi kesholehannya. Tak pernah ada kjujuran krna smw slg mndiamkan. Yg baik pun tak lgi baik, krna baik dan buruk sama saja. Tapi dsini masih ada hati yang harus tetap dijaga.
Dari sini, kudengar kabar. Ada tangisan disana. Jeritan suara hati yg belum waktunya memiliki. Tak pernah ada cerita yang kudengar, hanya saja tangisan itu terlihat jelas di setiap pesannya. Tak pernah bermaksud untuk menasehati, hanya saja ku ingin dia tersenyum kembali. Kukirimkan beribu pesan dan beribu doa, berharap ia baik-baik saja.
Dsana, drumah tak beratap namun berpondasi. Kulihat ada letih dengan pertengkarannya yg tak pernah selesai. Pasti ada lelah, dan terkadang ingin menyerah. Tapi jelas ada bahagia dsana, nyata terlihat dalam setiap kata. Di tempat itu, tak perlu ada teori karena smw jiwa bergerak demi satu tujuan. Memang ada salah dan stiap jiwa brusaha mmperbaikinya. Di tempat itu, ada perbedaan, ada ricuh serta ada senyuman tulus yg sangat indah. Inginku pergi melarikan dri dari rumah itu, namun tak pernah bisa pergi jauh.
Dirumah tepas itu, kulihat ada sayang, pasti ada cinta dan ada aku juga. Sayang yg tak pernah dikatakan, namun selalu bisa dirasakan.
Cinta yg tak pernah diucapkan, namun selalu ada pengorbanan. Semua terasa indah saat sudah memasuki batas usia. Baru tersadar, bahwa mereka yg bsa membuatku bhgia. Hanya mereka yg bsa membuatku tersenyum. Semoga masih ada waktu mereguk manisnya hubungan itu, di akhir batas usia mereka.
Jauh dsana, di tanah yg brhektar-hektar luasnya. Dia sendirian, memendam rindu yg tak berpengharapan dan akhirnya jatuh sakit di semester pertama. Ya Allah, kuingin dia menjadi salah satu tentaraMu. Karena q tak bsa menjaganya. Kusampaikan doa rabithahku padanya, jadikanlah ia pejuang di jalanMu
Senin, 18 Oktober 2010
Akhirnya Berhenti Disini
Pergi tak meninggalkan jejak.
Bukan untuk rehat sejenak.
Tapi, memang tak cukup bergairah menyusun kata-kata bermakna.
Sampai waktu yang tak ditentukan.
Karena driku, bukan driku lagi.
