Tayangan halaman minggu lalu

Rabu, 22 Desember 2010

Bangunlah 'ia' dengan Caramu

Bismillah
Maafkan aku jika hari ini dan seterusnya, aku tak bisa lagi bertoleransi.
Maafkan aku karena terlalu berbaik sangka padamu


Teriring salam sepanjang zaman.
Assalamualaikum Saudaraku.
Ku yakin kau selalu baik bersama para kurcacimu

Melewati masa, kulihat bangunan rumah itu hampir sempurna. Begitu indah dikelilingi taman walau tanpa kupu-kupu.

Hari ini
Biarlah hanya kau dan para kurcaci yang menempati rumah itu.
Biarlah semuanya terkubur dalam kenangan. Pertengkaran kecil dengan kebahagiaan besar. Kasih yg selalu ada, persaudaraan itu pasti. Bahkan, tangisan dalam sebuah senyuman pun ada. Sakit hati adalah hal biasa.
Karena kita masih ada, bukan karena kami kalian ada.

Hari ini
Kucabut semua rasa itu dari hatiku.
Serahkan rumah itu padamu.
Bangunlah ia dengan caramu dan aku kan segera berlalu.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 04 Desember 2010

Dibalik Layar JPRMI MeTung


Bismillah

Ini bukanlah dibalik layar progja JPRMI MeTung yang sudah terlaksana. Ini adalah dibalik layar personal pengurus JPRMI MeTung. Jadi, kita tak akan membahas PROGJA apalagi LPJ. Saya hanya iseng, ingin mendeskripsikan watak para pengurus JPRMI MeTung yang sudah dua tahun ini bersama-sama menjalankan sebuah misi. Bagi yang belum tau, JPRMI MeTung itu adalah singkatan dari Jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia Medan Tuntungan

Sebelum itu, saya ingin memperkenalkan komposisi pengurus JPRMI MeTung yang baru setelah terjadi reshuffle.

Ketua Umum : Ahmad Muhazir, A.Md

Sekretaris Umum : Ardhy Mukhtar

Bendahara Umum : Rika Rusianum

Bidang Syiar dan Dakwah (BSD)

Ketua : Dedy Iskandar

Sekretaris : Erlina W. Hasibuan, SE

Anggota : Ardhy Mukhtar

Abu Hayullah

Desi Eka Rani

Firli

Een

Bidang Seni Budaya dan Olahraga (Sebiora)

Ketua : Muhammad Ilyasa Nasution

Anggota : Muhammad Al Fath

Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md

Ali Zaki Mustafa Tanjung

Ahmad Zailani

Rizki Hidayat

Tanti Rahayu, A.Md

Hazizah Nur

Rinda Sari

Diah Sulistiani

Jangan tanya kenapa hanya ada dua bidang, cukup kami saja yang tahu. ^_^

Sosok pemuda ini adalah yang paling tua diantara kami siapa lagi kalau bukan Sang Ketua, Ahmad Muhazir, A.Md namanya. Pertama kali saya bertemu dengannya, kesan sombong adalah yang pertama kali saya dapat. Sepertinya sekarang juga masih sama, masih sombong kelihatannya (sorry Bos). Orangnya cukup perhatian kepada JPRMI MeTung, seolah-olah dia adalah pemilik JPRMI MeTung ini. Tapi baguslah, kalau bukan sang ketua yang perhatian lantas siapa lagi yang perhatian.

Dulu sih orangnya suka nyindir-nyindir gitu, tapi sekarang kayaknya sudah mulai berkurang (kayaknya ya!). Omongannya pedas banget kalah deh tuh si cabe rawit kalau Sang Ketua ini marah-marah. Orangnya baik tapi cukup keras kepala. Kata-katanya payah banget untuk dipatahkan, kadang-kadang kalau dia sudah bicara bisa saja itu menjadi keputusan mutlak. Sampai ada seorang ikhwan yang berkata “Kalau Ana sih setuju saja dengan rencana itu, tapi taulah bang Azir” Ya kita tahulah seperti apa Sang Ketua kita ini (peace !).

Kita beralih dari Sang Ketua menuju kakak yang satu ini. Namanya memang tak tercantum dalam kepengurusan JPRMI MeTung yang telah di reshuffle. Ia adalah Arif Munandar, S.E.I mantan Sekum kami yang telah pensiun dini dari JPRMI dan hanya dialah yang tahu penyebab pensiunnya itu, yang jelas dia atak pernah dipecat dari sini. (hehe)

Kakak yang satu ini orangnya agak kemayu-kemayu gitu (menurut saya ya!). Kalau urusan administrasi dia jagonya, tak salah meletakkannya diposisi Sekretaris. Lumayan bertanggung jawab walau rada pelupa. Seragam “kebesaran” kami telah lahir lewat masa kerjanya tahun 2009. Seragamnya(jaket jprmi) itu memang kebesaran, sampai-sampai harus dikecilkan kalau tak mau tenggelam memakainya. Tapi tak apa lah, yang penting punya seragam daripada nanti dibilang anak bawang.

Sekarang siapa lagi ya? Kalau yang ini tukang kerja lapangan, maksudnya tukang antar undangan. Dah tahu lah siapa, pastinya Dedi Iskandar Nasution. KaBid BSD ini selalu senantiasa mengantar undangan KaBul (Kajian Bulanan) kepada Remaja Mesjid Medan Tuntungan sekitar (makasih ya, dah mau ngantar undangan). Si Kawan ini kadang sering berantam juga dengan sekretarisnya, tapi gpp lah asal jangan berantam dengan saya saja. Trus kadang-kadang Si Kawan ini rada-rada error juga, tapi orangnya baik sih.

Sekarang kita beralih ke sekretarisnya namanya Erlina W. Hasibuan, SE lebih sering dipanggil Ina. Si Ina ini adalah orang yang selalu membuat undangan yang dikeluarkan BSD dan mengetik LPJ serta menulis ulang Progja. Orangnya gede, tapi suaranya kecil (sorry fren, Cuma iseng ja). Orangnya moddy banget, jadi kalau dia lahi nggak mood nggak usah diganggulah ntar bisa sakit hati dan kita bisa emosi sendiri dibuatnya. Orangnya baik (maklumlah nak JPRMI itu baik-baik semua orangnya) dan mudah panik.

Kalau Si Ardhy Mukhtar, pertama kali bertemu kelihatannya si Kawan ini masih anak-anak tapi sekarang sih dah mulai dewasa (kayaknya). Trus kayaknya penyanyang anak-anak juga. Ia adalah partnernya ketua BSD dalam mengantar undangan. Tentu saja sebelum ia menjabat sebagai sekretasis umum. Pokoknya dah soulmate lah dalam hal mengantar undangan. Selain itu, soulmatenya yang lain adalah Sang Ketua dah macam adik beradik aja orang ni berdua. Dua orang ini nyambung aja bawaaanya ntah apapun yang dibicarakan sampe bosan saya ngelihatnya (Just Kidding). Kalau si Abu Hayullah gimana ya? soalnya jarang ketemu sih. Saya Cuma tau kalau dia abangnya Rabiatun Adawiyah, mantan staff BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah)

Sekarang beralih ke Desi Eka Rani, si Desi orangnya sebenarnya suka marah-marah tapi sekarang dah nggak lagi soalnya dia dah bisa mengatur emosinya untuk tidak marah-marah. Saya juga belum pernah melihatnya marah, soalnya pinter banget menyembunyikan kalau dia sedang marah. Baik dan bertanggung jawab, trus sering juga smsin taujih ke saya(kalau ke yang lain nggak tahu ya). Desi juga bisa memilah dan memilih mana yang lebih prioritas bagi dirinya.

Tanti Rahayu, A.Md adalah mantan ketua BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah) sebelum bidang itu dimusnahkan untuk semester ini. Jadi, beliau sekarang bergabung dengan Sebiora. Kelihatannya beliau tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada semester ini berikut kepindahannya ke Sebiora (gpp lah Kak, itung-itung istirahat satu semester). Meskipun sekarang sudah tidak menggawangi Keputrian dan PK(Pengembangan Kreativitas) ide-ide mu masih berguna diranah yang lain. ini bukanlah untuk mematikan kreativitasmu apalagi memenjarakanmu agar tak bisa berbuat apa-apa disini.(lebay.com).

Kakakku yang satu ini rada tomboy kurasa, tapi tak apalah soalnya dia jago masak. Merupakan informan tercanggih dikalangan para akhwat(hehe). Jadi, kalau mau tanya apa-apa langsung aja hubungi kakak yang satu ini. Kadang-kadang saya juga rada takut sama kakak yang satu ini, mungkin karena mukanya seram kali ya (becanda ya Sist..)

Kalau mantan Staff BSD yang lain pasti baiklah, (namanya juga nak JPRMI MeTung. Hazizah Nur orangnya yang paling kecil diantara kami, tapi tentu saja bukan yang paling muda, apalagi yang paling imut (nggak boleh marah!). kadang-kadang lebih suka menemani adiknya dirumah daripada datang syura bersam-sama kami.

Kalau yang ini Rinda Sari namanya, tapi dia lebih senang dipanggil Rinda “ST 13”. Orangnya lucu, baik pasti tapi kadang bisa buat saya emosi hingga memilih tak bicara dengannya untuk beberapa saat. Selain itu, dia adalah tukang carter angkot kalau kita mau pergi KaBul di daerah yang jauh. Suka banget nanya-nanya kita dah datang ke sebuah acara atau belum, soalnya dia tak mau menunggu orang lain maunya ditunggu ja. Peace! .

Diah Sulistiani, entah polos atau apa, kadang pemikirannya tak sejalan dengan saya dan saya pernah membencinya (sekarang sih dah nggak). Nggak tau lagilah mau nulis apa....

Kalau M.Ilyasa Nasution, gayanya sok tua banget padahal masih muda pun. apalagi gaya ngomongnya tu, pasti gak nyangka deh kalau tau berapa sebenarnya usianya. Sering sebal juga sih, sama ni orang. Ia merupakan KaBid Sebiora yang baik kurasa. selalu berurusan dengan futsal dan LCnya. Kalau asnggotanya yang ini M. Al-Fath saya nggak tau banget orangnya, soalnya jarang komunikasi. biasanya cuma komunikasi via sms itupun cuma minta uang kas aja. (hehe).

Trus ada yang ketinggalan nggak yah?

Kayaknya dah cukuplah, kalau anak baru sih saya nggak tau, yang saya tahu Si Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md pintar banget ngutak-atik komputer trus Si Ali Zaki Mustafa Tanjung hobi banget manin futsal dan nge-fans berat sama peterpan. Kalau saya sih orangnya biasa-biasa saja jadi nggak perlu ditulis.

So, jangan ada yang sakit hati ya,! Saya kan Cuma iseng. Kalau ada lagi yang mau nambahin atau dikurangi boleh. Ditunggu komennya..

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 27 November 2010

SHOLAT DULU AH!

Melihat mesjid ini, pikiranku melayang mengingat peristiwa beberapa tahun silam. Ketika aku masih mengenakan seragam putih abu-abu. Waktu itu, aku bersama 2 orang temanku mengikuti acara PSI (Pagelaran Seni Islami) yang diadakan oleh Unimed. Acaranya selesai kira-kira pukul 12.30.

Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Aku langsung pulang saja. Walaupun kutahu sekitar 20 menit lagi akan berkumandang adzan dzuhur.. Ketenangan yang dipancarkan mesjid ini pun tak bisa memaksaku untuk singgah kedalam
Setelah menunggu cukup lama, angkot yang kutunggu belum juga kelihatan. Langsung saja aku naik angkot 67 walaupun nanti harus dua kali naik angkot. Kata temanku angkot ini melewati Padang Bulan.

Ternyata ….
Aku salah jalan alias nyasar. Pertama lihat Jl Williem Iskandar/Pancing. Aduh! Nyasar nih karena tadi waktu pergi aku tidak melewati jalan ini. Tapi, sudahlah kata temanku angkot ini sampai P. Bulan

Sambil terus memasang muka sok tahu aku berdzikir dalam hati. Aku melihat tulisan Jl bhayangkara. Aduh! Betul-betul nyasar nih. Gawat deh. Sudah tenang saja, sebentar lagi juga sampai (pikirku dalam hati).

Selanjutnya kulihat tulisan “Selamat Datang di Kawasan Tembung”. Betulkan nyasar! Ya sudah, dengan muka sok tahu aku turun dan kembali lagi ke Unimed.
Aduh! Jadi menyesal nih maunya cepat. Eh malah jadi lama. Andai saja aku sholat dzuhur dulu. Tapi sudahlah, perjalananku masih panjang. Aku naik angkot arah P. Bulan

Aku masih bersyukur karena tidak nyasar terlalu jauh. Langsung saja kubuka dompetku untuk membayar ongkos. Namun, tak kutemukan dompet di tasku. Aduh! Apalagi ini.
Kuraba kantung celanaku, alhamdulillah masih ada uang untuk ongkos.
Setelah sampai padang bulan, aku langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah. Akhirnya, aku sampai di rumah pukul 14.15.

Aku langsung berwudhu dan sholat dzuhur. Ku renungkan apa yang telah terjadi hari ini. Terdiam sesaat dan akhirnya aku terhenyak sadar. Mungkin saja semua ini terjadi karena aku tak sabar menunggu 20 menit untuk mendengarkan adzan dzuhur dan sholat berjamaah di mesjid itu.

Hari ini, aku tak ingin mengulang peristiwa itu.
Ku langkahkan kakiku menuju mesjid ini, mesjid yang sama dengan beberapa tahun silam.
Sholat dulu ah! (Rirus)

Baca Selengkapnya...

Jalur Angkutan Kota dari Unimed


Ø RMC 121
Unimed, Pasar Sukaramai, Teladan, UISU, Simpang limun, Titi Kuning,
P.Simalingkar.
Ø RMC 104
Unimed, Deli Plaza, Carefour, Pringgan, Simpang Kampus USU, Stasiun Sinabung, P. Simalingkar.
Ø RMC 103
Unimed, Stasiun Kereta Api, Deli Plaza, Petisah, Pringgan, Simpang Kampus Usu, Stasiun Sinabung, Pancur Batu.
Ø KPUM 11
Unimed , R.S. Pirngadi, Medan Plaza, P. Bulan, RSU Adam Malik, Akper Wira Husada, K. Medan Permai.
Ø KPUM 20
Unimed , R.S. Pirngadi, Deli Plaza, Carefour, Gatot Subroto Kampung Lalang / Pinang Baris.
Ø KPUM 62
Unimed, Deli Plaza, Ramayana Pringgan, Abdullah Lubis, Setia Budi, Tanjung Sari.
Ø KPUM 67
Unimed, Tuasan, Sampali, Carefour, USU, Setia Budi, Tanjung Sari
Ø 01
Unimed, Mandala, Sukaramai, Teladan, UISU, Simpang Limun, Marendal, Amplas.
Ø 03
Unimed, Perjuangan, Serdang, R.S. Pirngadi, Sambu, S.M Raja, Mesjid Raya, Amplas.
Ø 04
Unimed, tuasan, Pasar III Rakyat, Sambu, S.M Raja, Mesjid Raya, Amplas.
Ø M 97
Unimed, Selamat Ketaren, Mandala, Denai, Menteng, Amplas, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Perbaungan, Bengkel.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 20 November 2010

Akh ! Kak ! Pak ! Bang!

Selalu menyebut nama tanpa ada embelan ‘akhi’ pada para ikhwah teman sebaya membuat saya dikatakan kasar oleh salah seorang diantara mereka. Katanya, cuma saya satu-satunya akhwat yang memanggilnya dengan nama saja. Wah! Gawat nih langsung saja saya minta maaf padanya. Permintaan maaf pun diterima dan dia pun mengatakan “Tidak masalah, tak usah formal-formal kali”
Wah! Ngeri juga ya. Gitu aja dikatakan kasar. Kalau satu orang dari mereka mengatakan saya kasar, jangan-jangan semua ikhwan yang saya panggil namanya tanpa embel-embel ‘akhi’ menganggap saya kasar juga. Yah, mungkin dibenak mereka akhwat itu selalu lembut dan manis. Tapi tak apalah, bukan masalah besar kurasa.
Yang penting saya nyaman memanggil nama mereka saja tanpa embel-embel ‘akhi’. Senyaman saya memanggil ikhwan yang lebih tua dengan panggilan ‘kak’ daripada ‘pak’, karena tak mungkin memanggil mereka’bang’ apalagi ‘om’.
Sebegitu penting kah kata sapaan di dalam interaksi ini ? Membuatku bertanya pada seorang kakak. Dia mengatakan panggilan ‘akhi’ hanya untuk menunjukkan rasa persaudaraan yang dapat mempererat ukhuwah islamiyah dan lebih sopan. Lain halnya ketika kita sudah mengenalnya sebelum sama-sama masuk ke lingkaran ini, sebab akan terasa canggung jika memanggilnya dengan sebutan ‘akhi’ atau ‘ukhti’. Tak ada kata persetujuan dan larangan yang keluar dari kata-katanya.
Saya juga pernah ditegur oleh seorang teman ketika memanggil seorang ikhwah yang usianya lebih tua sekitar 6 tahun dengan panggilan ‘kak’.
Dengan matanya yang hampir mendelik dia berujar,
“Bukan Kak tapi Pak”
Emmhh, okelah lagi-lagi masalah sapaan. Yang dipanggil dengan sebutan kakak saja tak pernah protes.
Lalu, saya pun teringat peristiwa di syura kemarin, pembicaraan berputar-putar antara progja dan gebrakan baru untuk semester depan. Semuanya berjalan apa adanya, tak ada yang istimewa hanya saja tak ada sekum kami disana. Dan ini bukanlah masalah utamanya, karena pasti kan ada orang yang akan menggantikannya.
Pembicaraan mengalir dan mendaulat si Kawan yang sedang mengenakan jilbab biru itu mengeluarkan pendapatnya.
“Jadi gini Bang, bla bla bla” terang si Kawan pada ketua kami.
Lantas kudengar ada suara tawa, dan aku pun ikut tertawa. Sekilas kulihat wajah ketua kami, ternyata ia pun tersenyum. Ku lihat telunjuk temanku yang satunya mendekat ke bibirnya seperti memberi komando agar si Kawan segera berhenti. Si Kawan pun tak mendengarnya dan tetap saja berbicara dengan abangnya itu.
Ada rasa yang meggelitik saat si Kawan menyebut ‘bang’, terlebih lagi pada saat syura yang seharusnya formal. Walaupun kurasa syura kami tak pernah formal. Bagiku terdengar riskan panggilan ‘abang’mu itu ketika kita melakukan syura.
Cuplikan diatas memang bukanlah hal yang terlalu penting untuk dibahas. Tapi aneh rasanya jika peristiwa tersebut dilakukan oleh suatu wadah di bawah bendera. Menyebut nama tanpa ‘akhi’ saja sudah dikatakan kasar. Memanggil ‘kak’ tanpa ‘pak’ saja ada yang protes. Lalu bagaimana dengan panggilan ‘bang’ yang terlontar ketika sedang melaksanakan syura ?
Salahkah aku memprotes panggilan ‘abang’mu itu ?
Yah ! mungkin saja kau sudah mengenalnya terlebih dahulu sebelum kita bersama-sama memasuki wadah tersebut.
Tapi tetap saja beda kan! Duhai yang mengaku dirinya aktivis dakwah. (Ri_Rus)

Baca Selengkapnya...

Jumat, 29 Oktober 2010

PRATIKUM KIMIA ORGANIK



PENGARUH FORMALIN TERHADAP TAHU

TUJUAN PERCOBAAN
Mengamati perubahan keadaan tahu yang diberi formalin dan yang tidak diberi.

DASAR TEORI
Asam benzoat (C6H5COOH) merupakan pengawet yang paling sering digunakan terutama pada mamin asam, karena bekerjanya efektif pada pH 2,5-4,0. Benzoat digunakan karena bisa mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri. Umumnya produsen menggunakan bentuk garamnya, yaitu natrium benzoat. Karena di dalam tubuh, garam tersebut akan terurai menjadi asam benzoat yang tidak terdisosiasi.

Di samping itu tubuh mempunyai sistem autodetoksifikasi terhadap asam benzoat, sehingga tidak terakumulasi dalam jaringan tubuh selama tidak dikonsumsi berlebihan.
Umumnya asam benzoat bisa bereaksi dengan glisin membentuk asam hipurat yang tidak berguna dan akan dibuang oleh tubuh. Efektif bekerja pada pH basa, 6,5. Selain natrium benzoat, pengawet yang mau diamati adalah formalin.

Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid.
Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida, dan pengawet. Formalin mempunyai banyak nama kimia diantaranya adalah : Formol, Methylene aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene dan Methylene glycol. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10-40 persen.


Akibat jangka pendek yang terjadi biasanya bila terpapar formalin dalam jumlah yang banyak, Tanda dan gejala akut atau jangka pendek yang dapat terjadi adalah bersin, radang tonsil, radang tenggorokan, sakit dada, yang berlebihan, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, mual, diare dan muntah. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan kematian.



Meskipun dalam jumlah kecil, dalam jangka panjang formalin juga bisa mengakibatkan banyak gangguan organ tubuh. Apabila terhirup dalam jangka lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru. Gangguan otak mengakibatk efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, gangguan emosi, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi, daya ingat berkurang dan gangguan perilaku lainnya. Dalam jangka panjang dapat terjadi gangguan haid dan kemandulan pada perempuan. Kanker pada hidung, ronggga hidung, mulut, tenggorokan, paru dan otak juga bisa terjadi.


ALAT DAN BAHAN
Alat : Pisau, Pipet Tetes, Spatula.
Bahan : Formalin 10%, Kaca Arloji,Tahu.

PROSEDUR
1. Sediakan tahu yang mau di uji.Sampel tersebut harus bebas dari pengaruh zat pengawet.
2. Bagi tahu tersebut menjadi 2 bagian yang sama rata.
3. Bagian pertama ditetesi dengan dengan formalin 10% sebanyak 3 ml, bagian kedua di beri, sedangkan bagian terakhir dibiarkan tanpa bahan pengawet.
4. Letakkan masing-masing tahu di kaca arloji
5. Diamkan selama 12 jam, dan amati perubahan yang terjadi.
6. Bandingkan kedua hasil tersebut. Catat kesimpulannya.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 19 Oktober 2010

Kisah Tak Berurut


Aku mnulis bkan krn aku tau apa yg mw kutulis.
Aku mnulis krna aku ingin mnulis.
Tak ada kisah, tak ada cerita, hanya ada mau.

Dsini smw brbda, yg sholehpun tak nampak lagi kesholehannya. Tak pernah ada kjujuran krna smw slg mndiamkan. Yg baik pun tak lgi baik, krna baik dan buruk sama saja. Tapi dsini masih ada hati yang harus tetap dijaga.

Dari sini, kudengar kabar. Ada tangisan disana. Jeritan suara hati yg belum waktunya memiliki. Tak pernah ada cerita yang kudengar, hanya saja tangisan itu terlihat jelas di setiap pesannya. Tak pernah bermaksud untuk menasehati, hanya saja ku ingin dia tersenyum kembali. Kukirimkan beribu pesan dan beribu doa, berharap ia baik-baik saja.

Dsana, drumah tak beratap namun berpondasi. Kulihat ada letih dengan pertengkarannya yg tak pernah selesai. Pasti ada lelah, dan terkadang ingin menyerah. Tapi jelas ada bahagia dsana, nyata terlihat dalam setiap kata. Di tempat itu, tak perlu ada teori karena smw jiwa bergerak demi satu tujuan. Memang ada salah dan stiap jiwa brusaha mmperbaikinya. Di tempat itu, ada perbedaan, ada ricuh serta ada senyuman tulus yg sangat indah. Inginku pergi melarikan dri dari rumah itu, namun tak pernah bisa pergi jauh.

Dirumah tepas itu, kulihat ada sayang, pasti ada cinta dan ada aku juga. Sayang yg tak pernah dikatakan, namun selalu bisa dirasakan.
Cinta yg tak pernah diucapkan, namun selalu ada pengorbanan. Semua terasa indah saat sudah memasuki batas usia. Baru tersadar, bahwa mereka yg bsa membuatku bhgia. Hanya mereka yg bsa membuatku tersenyum. Semoga masih ada waktu mereguk manisnya hubungan itu, di akhir batas usia mereka.

Jauh dsana, di tanah yg brhektar-hektar luasnya. Dia sendirian, memendam rindu yg tak berpengharapan dan akhirnya jatuh sakit di semester pertama. Ya Allah, kuingin dia menjadi salah satu tentaraMu. Karena q tak bsa menjaganya. Kusampaikan doa rabithahku padanya, jadikanlah ia pejuang di jalanMu

Baca Selengkapnya...

Senin, 18 Oktober 2010

Akhirnya Berhenti Disini

Pergi tak meninggalkan jejak.
Bukan untuk rehat sejenak.
Tapi, memang tak cukup bergairah menyusun kata-kata bermakna.
Sampai waktu yang tak ditentukan.
Karena driku, bukan driku lagi.

Baca Selengkapnya...