Tayangan halaman minggu lalu

Rabu, 23 Februari 2011

ya Ya ya


Kata
Kata-kata itu
Bagai air di padang pasir
Cukup menggairahkan
Untuk mengejar semua cinta yang ada di muka bumi

Suara
Suara itu
Suara yang dia cari
Suara hati yang suci
Suara itu hilangkan kegelisahan hatinya
Suara itu membawa alam pikirannya melayang
Suara itu
Suara itu kini telah hilang

Bukan diriku
Kala mulut tak sanggup berucap
Kala hati tak sanggup berharap
Biarkan aku tak setia dalam penantianku
Hancurkan semua harapan itu
Hilangkan segala impian
Karena aku
Bukan diriku

Baca Selengkapnya...

Garam Zink

Sebagian besar garam zink larut dalam air, dan larutan ini mengandung ion kompleks tak berwarna heksaakuazink(II) [Zn(H2O)6]2+. Padatan garamnya umumnya terhidrat, misalnya heksahidrat untuk zink nitrat, heptahidrat untuk zink sulfat dan ini mrip dengan magnesium dan kobal (II). Struktur zink sulfat heptahidrat yaitu [M(H2O6]2+[SO4. H2O]2-.


Larutan garam zink bersifat asam sebagai akibat hidrolisis bertahap seperti halnya garam aluminium menurut persamaan reaksi :

[Zn H2O6]2+ (aq) [Zn (H2O)3(OH)]+ (aq) + H3O+ (aq) + H2O

Penambahan basa menyebabkan terjadinya endapan putih gelatin zink hidroksida :

[Zn (H2O)3(OH)]+ (aq) + OH- (aq) Zn(OH­)2 (s) + 3 H2O

Tetapi endapan ini larut kembali dalam basa berlebihan oleh karena sifat amfoterik dengan membentuk ion kompekstetrahidroksozinkat(II) :

Zn(OH)2 (s) + 2OH- (aq) [Zn(OH)4]2-

Endapan zink hidrolsida juga larut dalam amonia membentuk ion kompleks tetraaminzink(II), [Zn(NH3­)4]2+ menurut persamaan reaksi :

Zn(OH)2 (s) + 4NH3 [Zn(NH3­)4]2+ (aq) + 2OH- (aq)


Zink klorida merupakan salah satu senyawa zink yang paling banyak digunakan. Senyawa ini dapat diperoleh sebagai dihidrat, ZnCl2.2H2O dan sebagai batangan-batangan zink klorida anhidrat. Zink klorida anhidrat sangatlah mudah laruta dalam air, dalam pelarut-pelarut organik seperti alkohol, aseton dan sifat ini menunjukkan adanya karakter kovalen dalam ikatannya.

Zink klorida dapat digunakan sebagai fluks dalam pengelasan dan sebagai bahan pengawet kayu gelondongan. Kedua manfaat ini berkaitan dengan sifat kemampuan senyawa ibi sebagai asam lewis. Dalam pengelasan, film oksida pada permukaan logam yang akan disambung harus dihilangkan, jika tidak bahan solder tidak akan melekat/menyambung. Pada temperatur diatas -2750C, zink klorida meleleh dan melenyapkan film oksida dengan pembentukan senyawa kompleks melalui ikatan kovalen dengan ion oksigen.

Solder kemudian dapat melekat atau menempel pada permukaan logam yang secara molekular telah bersih. Apabila ini diperlakukan pada gelondongan kayu, zink klorida membentuk ikatan kovalen dengan atom-atom oksigen dalam molekul-molekul selulose. Akibatnya kayu terlapisi dengan lapisan zink klorida sebgai senyawa yang beracun terhadap kehidupan oraganisme.




ZINK OKSIDA

Zink oksida dapat diperoleh dari pembakaran logam zink dalam udara atau dekomposisi termal dari zink karbonat menurut persamaan reaksi :

2 Zn (s) + O2 ZnO (s)

ZnCO3 (s) ZnO (s) + CO2 (g)


Zink oksidaberupa padatan putih danmempunyai struktur intan dengan jaringan ikatan kovalen. Dalam kristalnya, tiap atom zink dikelilingi oleh emapt atom oksigen dalm geometri tetrahedron, dan demikian juga tiap atom oksigen dikelilingi oleh empat atom zink dalm geometri tetrahedron. Tidak seperti oksida logam putih yamg lain, zink oksida menunjukkan perubahan warna menjadi kuning pada pemanasan dan kembali menjadi putih pada pendinginan. Sifat demikian ini, perubahan warna pada pemanasan sebagai akibat hilangnya beberapa atom oksigen dari kisi kristalnya sehingga meninggalkan kisi kristalnya dalamkeadaan kelebihan muatan negatif dan ini menghasilkan warna yang berbeda; kelebihan muatan negatif (elektron) dapat dipindahkan via kisi kristal dengan perbedaan potensial. Jadi, oksida zink ini bersifat sebagai semi konduktor. Pada pendinginan, atom-atom oksifen yang keluar dari kisi kristal pada pemanasan, kembali lagi ke posisi mulanya sehingga diperoleh warna semula.

Zink oksida merupakan senyawa zink yang paling penting. Senyawa ini digunakan sebagi pigmen putih, sebgai filter dalamkaret, dan sebgai komponen dalam berbagai glazes,enamels dan antiseptik. Kombinasi dengan kromium(III) oksida digunakan sebagai katalisator dalam pabrik pembuatan metanol


Baca Selengkapnya...

Rabu, 09 Februari 2011

Rasa Yang Terpasung

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku
Saat kusadar aku mencintaimu lewat hati bukan lewat akal.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku

Saat kusadar bayang-bayang indah itu hanyalah kesemuan pengantar tidur. Saat kusadar memori otakku telah penuh oleh bayang-bayangmu.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku
Saat kusadar bahwa kau begitu angkuh dengan keakuanmu.
Sempat aku terpanah oleh pandangan matamu. Pernah aku terhanyut oleh nyanyian hati yang tak ingin sendiri. Terusik hati oleh kelakarmu bahkan aku pun tertawan oleh senyumanmu. Sungguh tak pernah ada cerita yang kuumbar, tak pernah ada rasa yang tersebar. Bukan karena aku takut mengakui rasa itu, hanya saja aku tak mau tidurmu tak nyenyak setelah mengetahui aku menyimpan rasa. Bukan karena aku takut ditolak, hanya saja aku ingin menjaga hatimu agar tetap mencintai-Nya. Aku hanya ingin melihat semua ini berjalan apa adanya.
Kini, bias-bias kata bersambut senyum dan tawa itu tak ada artinya lagi. Sebab semua rasa itu telah kupasung di palung laut. Camar tak sempat mencuri dengar bahkan gulungan ombak pun tak sanggup menebak. Biarkan rasa ini pergi bersama semilir bayu hingga ia kembali pada orang yang tepat di waktu yang tepat.
Aku tak tahu bagaimana caranya membaurkan rindu yang menggelisahkan dan menghilangkan pesona yang menyesatkan. Aku hanya berusaha menghilangkan bayangmu dari ingatanku, mengurangi frekuensi bertemu denganmu, bersikap biasa bila bertemu denganmu, mengaburkan namamu dalam memori otakku karena ku tak mau menjadi hamba cinta.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku bersamaan dengan dzikir pengusir bayang.
Disini, aku pernah mencintaimu dalam diam meski tak seindah cinta Rabiah dan tak segila Laila Majnun.

Baca Selengkapnya...

Mangga

"Bu, tadi saya melihat Midan mencuri mangga Pak Ronald" tukas Badu teman Midan.
"Kemana si Midan ? Sudah sore belum pulang juga. " jawab ibu
"Assalamualaikum" kulihat Midan datang bersama seorang lelaki paruh baya.
"Walaikumussalam, Midan ! Mengapa kamu mencuri mangga Pak Ronald?" cecar ibunya sambil menjewer telinga Midan.
"Maaf Bu, tadi Midan membawa mangga ke rumah saya untuk istri saya yang sedang mengidam. Saya tidak tahu kalau mangga itu hasil curian. Saya datang kesini hanya ingin mengucapkan terima kasih. Jangan marah-marah Bu, nanti saya bicara sama Pak Ronald." potong lelaki paruh baya itu. Ibu pun terdiam.

Baca Selengkapnya...

Rabu, 22 Desember 2010

Bangunlah 'ia' dengan Caramu

Bismillah
Maafkan aku jika hari ini dan seterusnya, aku tak bisa lagi bertoleransi.
Maafkan aku karena terlalu berbaik sangka padamu


Teriring salam sepanjang zaman.
Assalamualaikum Saudaraku.
Ku yakin kau selalu baik bersama para kurcacimu

Melewati masa, kulihat bangunan rumah itu hampir sempurna. Begitu indah dikelilingi taman walau tanpa kupu-kupu.

Hari ini
Biarlah hanya kau dan para kurcaci yang menempati rumah itu.
Biarlah semuanya terkubur dalam kenangan. Pertengkaran kecil dengan kebahagiaan besar. Kasih yg selalu ada, persaudaraan itu pasti. Bahkan, tangisan dalam sebuah senyuman pun ada. Sakit hati adalah hal biasa.
Karena kita masih ada, bukan karena kami kalian ada.

Hari ini
Kucabut semua rasa itu dari hatiku.
Serahkan rumah itu padamu.
Bangunlah ia dengan caramu dan aku kan segera berlalu.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 04 Desember 2010

Dibalik Layar JPRMI MeTung


Bismillah

Ini bukanlah dibalik layar progja JPRMI MeTung yang sudah terlaksana. Ini adalah dibalik layar personal pengurus JPRMI MeTung. Jadi, kita tak akan membahas PROGJA apalagi LPJ. Saya hanya iseng, ingin mendeskripsikan watak para pengurus JPRMI MeTung yang sudah dua tahun ini bersama-sama menjalankan sebuah misi. Bagi yang belum tau, JPRMI MeTung itu adalah singkatan dari Jaringan Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia Medan Tuntungan

Sebelum itu, saya ingin memperkenalkan komposisi pengurus JPRMI MeTung yang baru setelah terjadi reshuffle.

Ketua Umum : Ahmad Muhazir, A.Md

Sekretaris Umum : Ardhy Mukhtar

Bendahara Umum : Rika Rusianum

Bidang Syiar dan Dakwah (BSD)

Ketua : Dedy Iskandar

Sekretaris : Erlina W. Hasibuan, SE

Anggota : Ardhy Mukhtar

Abu Hayullah

Desi Eka Rani

Firli

Een

Bidang Seni Budaya dan Olahraga (Sebiora)

Ketua : Muhammad Ilyasa Nasution

Anggota : Muhammad Al Fath

Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md

Ali Zaki Mustafa Tanjung

Ahmad Zailani

Rizki Hidayat

Tanti Rahayu, A.Md

Hazizah Nur

Rinda Sari

Diah Sulistiani

Jangan tanya kenapa hanya ada dua bidang, cukup kami saja yang tahu. ^_^

Sosok pemuda ini adalah yang paling tua diantara kami siapa lagi kalau bukan Sang Ketua, Ahmad Muhazir, A.Md namanya. Pertama kali saya bertemu dengannya, kesan sombong adalah yang pertama kali saya dapat. Sepertinya sekarang juga masih sama, masih sombong kelihatannya (sorry Bos). Orangnya cukup perhatian kepada JPRMI MeTung, seolah-olah dia adalah pemilik JPRMI MeTung ini. Tapi baguslah, kalau bukan sang ketua yang perhatian lantas siapa lagi yang perhatian.

Dulu sih orangnya suka nyindir-nyindir gitu, tapi sekarang kayaknya sudah mulai berkurang (kayaknya ya!). Omongannya pedas banget kalah deh tuh si cabe rawit kalau Sang Ketua ini marah-marah. Orangnya baik tapi cukup keras kepala. Kata-katanya payah banget untuk dipatahkan, kadang-kadang kalau dia sudah bicara bisa saja itu menjadi keputusan mutlak. Sampai ada seorang ikhwan yang berkata “Kalau Ana sih setuju saja dengan rencana itu, tapi taulah bang Azir” Ya kita tahulah seperti apa Sang Ketua kita ini (peace !).

Kita beralih dari Sang Ketua menuju kakak yang satu ini. Namanya memang tak tercantum dalam kepengurusan JPRMI MeTung yang telah di reshuffle. Ia adalah Arif Munandar, S.E.I mantan Sekum kami yang telah pensiun dini dari JPRMI dan hanya dialah yang tahu penyebab pensiunnya itu, yang jelas dia atak pernah dipecat dari sini. (hehe)

Kakak yang satu ini orangnya agak kemayu-kemayu gitu (menurut saya ya!). Kalau urusan administrasi dia jagonya, tak salah meletakkannya diposisi Sekretaris. Lumayan bertanggung jawab walau rada pelupa. Seragam “kebesaran” kami telah lahir lewat masa kerjanya tahun 2009. Seragamnya(jaket jprmi) itu memang kebesaran, sampai-sampai harus dikecilkan kalau tak mau tenggelam memakainya. Tapi tak apa lah, yang penting punya seragam daripada nanti dibilang anak bawang.

Sekarang siapa lagi ya? Kalau yang ini tukang kerja lapangan, maksudnya tukang antar undangan. Dah tahu lah siapa, pastinya Dedi Iskandar Nasution. KaBid BSD ini selalu senantiasa mengantar undangan KaBul (Kajian Bulanan) kepada Remaja Mesjid Medan Tuntungan sekitar (makasih ya, dah mau ngantar undangan). Si Kawan ini kadang sering berantam juga dengan sekretarisnya, tapi gpp lah asal jangan berantam dengan saya saja. Trus kadang-kadang Si Kawan ini rada-rada error juga, tapi orangnya baik sih.

Sekarang kita beralih ke sekretarisnya namanya Erlina W. Hasibuan, SE lebih sering dipanggil Ina. Si Ina ini adalah orang yang selalu membuat undangan yang dikeluarkan BSD dan mengetik LPJ serta menulis ulang Progja. Orangnya gede, tapi suaranya kecil (sorry fren, Cuma iseng ja). Orangnya moddy banget, jadi kalau dia lahi nggak mood nggak usah diganggulah ntar bisa sakit hati dan kita bisa emosi sendiri dibuatnya. Orangnya baik (maklumlah nak JPRMI itu baik-baik semua orangnya) dan mudah panik.

Kalau Si Ardhy Mukhtar, pertama kali bertemu kelihatannya si Kawan ini masih anak-anak tapi sekarang sih dah mulai dewasa (kayaknya). Trus kayaknya penyanyang anak-anak juga. Ia adalah partnernya ketua BSD dalam mengantar undangan. Tentu saja sebelum ia menjabat sebagai sekretasis umum. Pokoknya dah soulmate lah dalam hal mengantar undangan. Selain itu, soulmatenya yang lain adalah Sang Ketua dah macam adik beradik aja orang ni berdua. Dua orang ini nyambung aja bawaaanya ntah apapun yang dibicarakan sampe bosan saya ngelihatnya (Just Kidding). Kalau si Abu Hayullah gimana ya? soalnya jarang ketemu sih. Saya Cuma tau kalau dia abangnya Rabiatun Adawiyah, mantan staff BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah)

Sekarang beralih ke Desi Eka Rani, si Desi orangnya sebenarnya suka marah-marah tapi sekarang dah nggak lagi soalnya dia dah bisa mengatur emosinya untuk tidak marah-marah. Saya juga belum pernah melihatnya marah, soalnya pinter banget menyembunyikan kalau dia sedang marah. Baik dan bertanggung jawab, trus sering juga smsin taujih ke saya(kalau ke yang lain nggak tahu ya). Desi juga bisa memilah dan memilih mana yang lebih prioritas bagi dirinya.

Tanti Rahayu, A.Md adalah mantan ketua BPM (Bidang Pemberdayaan Muslimah) sebelum bidang itu dimusnahkan untuk semester ini. Jadi, beliau sekarang bergabung dengan Sebiora. Kelihatannya beliau tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada semester ini berikut kepindahannya ke Sebiora (gpp lah Kak, itung-itung istirahat satu semester). Meskipun sekarang sudah tidak menggawangi Keputrian dan PK(Pengembangan Kreativitas) ide-ide mu masih berguna diranah yang lain. ini bukanlah untuk mematikan kreativitasmu apalagi memenjarakanmu agar tak bisa berbuat apa-apa disini.(lebay.com).

Kakakku yang satu ini rada tomboy kurasa, tapi tak apalah soalnya dia jago masak. Merupakan informan tercanggih dikalangan para akhwat(hehe). Jadi, kalau mau tanya apa-apa langsung aja hubungi kakak yang satu ini. Kadang-kadang saya juga rada takut sama kakak yang satu ini, mungkin karena mukanya seram kali ya (becanda ya Sist..)

Kalau mantan Staff BSD yang lain pasti baiklah, (namanya juga nak JPRMI MeTung. Hazizah Nur orangnya yang paling kecil diantara kami, tapi tentu saja bukan yang paling muda, apalagi yang paling imut (nggak boleh marah!). kadang-kadang lebih suka menemani adiknya dirumah daripada datang syura bersam-sama kami.

Kalau yang ini Rinda Sari namanya, tapi dia lebih senang dipanggil Rinda “ST 13”. Orangnya lucu, baik pasti tapi kadang bisa buat saya emosi hingga memilih tak bicara dengannya untuk beberapa saat. Selain itu, dia adalah tukang carter angkot kalau kita mau pergi KaBul di daerah yang jauh. Suka banget nanya-nanya kita dah datang ke sebuah acara atau belum, soalnya dia tak mau menunggu orang lain maunya ditunggu ja. Peace! .

Diah Sulistiani, entah polos atau apa, kadang pemikirannya tak sejalan dengan saya dan saya pernah membencinya (sekarang sih dah nggak). Nggak tau lagilah mau nulis apa....

Kalau M.Ilyasa Nasution, gayanya sok tua banget padahal masih muda pun. apalagi gaya ngomongnya tu, pasti gak nyangka deh kalau tau berapa sebenarnya usianya. Sering sebal juga sih, sama ni orang. Ia merupakan KaBid Sebiora yang baik kurasa. selalu berurusan dengan futsal dan LCnya. Kalau asnggotanya yang ini M. Al-Fath saya nggak tau banget orangnya, soalnya jarang komunikasi. biasanya cuma komunikasi via sms itupun cuma minta uang kas aja. (hehe).

Trus ada yang ketinggalan nggak yah?

Kayaknya dah cukuplah, kalau anak baru sih saya nggak tau, yang saya tahu Si Rahmat Budiansyah Hasibuan, A.Md pintar banget ngutak-atik komputer trus Si Ali Zaki Mustafa Tanjung hobi banget manin futsal dan nge-fans berat sama peterpan. Kalau saya sih orangnya biasa-biasa saja jadi nggak perlu ditulis.

So, jangan ada yang sakit hati ya,! Saya kan Cuma iseng. Kalau ada lagi yang mau nambahin atau dikurangi boleh. Ditunggu komennya..

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 27 November 2010

SHOLAT DULU AH!

Melihat mesjid ini, pikiranku melayang mengingat peristiwa beberapa tahun silam. Ketika aku masih mengenakan seragam putih abu-abu. Waktu itu, aku bersama 2 orang temanku mengikuti acara PSI (Pagelaran Seni Islami) yang diadakan oleh Unimed. Acaranya selesai kira-kira pukul 12.30.

Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Aku langsung pulang saja. Walaupun kutahu sekitar 20 menit lagi akan berkumandang adzan dzuhur.. Ketenangan yang dipancarkan mesjid ini pun tak bisa memaksaku untuk singgah kedalam
Setelah menunggu cukup lama, angkot yang kutunggu belum juga kelihatan. Langsung saja aku naik angkot 67 walaupun nanti harus dua kali naik angkot. Kata temanku angkot ini melewati Padang Bulan.

Ternyata ….
Aku salah jalan alias nyasar. Pertama lihat Jl Williem Iskandar/Pancing. Aduh! Nyasar nih karena tadi waktu pergi aku tidak melewati jalan ini. Tapi, sudahlah kata temanku angkot ini sampai P. Bulan

Sambil terus memasang muka sok tahu aku berdzikir dalam hati. Aku melihat tulisan Jl bhayangkara. Aduh! Betul-betul nyasar nih. Gawat deh. Sudah tenang saja, sebentar lagi juga sampai (pikirku dalam hati).

Selanjutnya kulihat tulisan “Selamat Datang di Kawasan Tembung”. Betulkan nyasar! Ya sudah, dengan muka sok tahu aku turun dan kembali lagi ke Unimed.
Aduh! Jadi menyesal nih maunya cepat. Eh malah jadi lama. Andai saja aku sholat dzuhur dulu. Tapi sudahlah, perjalananku masih panjang. Aku naik angkot arah P. Bulan

Aku masih bersyukur karena tidak nyasar terlalu jauh. Langsung saja kubuka dompetku untuk membayar ongkos. Namun, tak kutemukan dompet di tasku. Aduh! Apalagi ini.
Kuraba kantung celanaku, alhamdulillah masih ada uang untuk ongkos.
Setelah sampai padang bulan, aku langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah. Akhirnya, aku sampai di rumah pukul 14.15.

Aku langsung berwudhu dan sholat dzuhur. Ku renungkan apa yang telah terjadi hari ini. Terdiam sesaat dan akhirnya aku terhenyak sadar. Mungkin saja semua ini terjadi karena aku tak sabar menunggu 20 menit untuk mendengarkan adzan dzuhur dan sholat berjamaah di mesjid itu.

Hari ini, aku tak ingin mengulang peristiwa itu.
Ku langkahkan kakiku menuju mesjid ini, mesjid yang sama dengan beberapa tahun silam.
Sholat dulu ah! (Rirus)

Baca Selengkapnya...

Jalur Angkutan Kota dari Unimed


Ø RMC 121
Unimed, Pasar Sukaramai, Teladan, UISU, Simpang limun, Titi Kuning,
P.Simalingkar.
Ø RMC 104
Unimed, Deli Plaza, Carefour, Pringgan, Simpang Kampus USU, Stasiun Sinabung, P. Simalingkar.
Ø RMC 103
Unimed, Stasiun Kereta Api, Deli Plaza, Petisah, Pringgan, Simpang Kampus Usu, Stasiun Sinabung, Pancur Batu.
Ø KPUM 11
Unimed , R.S. Pirngadi, Medan Plaza, P. Bulan, RSU Adam Malik, Akper Wira Husada, K. Medan Permai.
Ø KPUM 20
Unimed , R.S. Pirngadi, Deli Plaza, Carefour, Gatot Subroto Kampung Lalang / Pinang Baris.
Ø KPUM 62
Unimed, Deli Plaza, Ramayana Pringgan, Abdullah Lubis, Setia Budi, Tanjung Sari.
Ø KPUM 67
Unimed, Tuasan, Sampali, Carefour, USU, Setia Budi, Tanjung Sari
Ø 01
Unimed, Mandala, Sukaramai, Teladan, UISU, Simpang Limun, Marendal, Amplas.
Ø 03
Unimed, Perjuangan, Serdang, R.S. Pirngadi, Sambu, S.M Raja, Mesjid Raya, Amplas.
Ø 04
Unimed, tuasan, Pasar III Rakyat, Sambu, S.M Raja, Mesjid Raya, Amplas.
Ø M 97
Unimed, Selamat Ketaren, Mandala, Denai, Menteng, Amplas, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Perbaungan, Bengkel.

Baca Selengkapnya...