Tayangan halaman minggu lalu

0

Kamis, 30 Juni 2011

Pratikum Organik

PEMERIKSAAN FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS LINN)
TUJUAN PERCOBAAN:
- menunjukkan adanya alkaloid
- menunjukkan adanya gula deoksi
- menujukan adanya alkohol

TINJAUAN TEORITIS
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan alkohol yang digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas lagi.


Dalam kimia, alkohol (alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau a. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bayam duri terkandung senyawa kimia golongan alkaloid, saponin, dan senyawa X yang berbentuk kristal jarum putih. Karakterisasi senyawa X dengan RMI, massa, dan UV memberi gambaran bahwa senyawa X adalah senyawa aromatik sederhana. Struktur senyawa X belum dapat ditetapkan dalam penelitisan ini.

Hasil percobaan menunjukkan adanya alkaloid, saponin, dan tidak menunjukkan adanya gula deoksi, kardenolida, bufadienolida, flavonoid, tanin, senyawa poliferol, antrakuinon dan cincin lakton tak jenuh.Dalam ekstrak etanol daun bayam duri terkandung senyawa X yang merupakan senyawa aromatik sederhana, terdapat gugus hidroksi dan karbonil dalam strukturnya.Hasil isolasi alkaloid, pada fraksi asam terbentuk kristal jarum berwarna putih, titik leleh 291-292 0 C.



Alat
-Alat Soxhlet
-Tabung reaksi
-Gasing penguap
-Lemari Pendingin
-Kertas Saring
-Corong Kaca

Bahan
-HCl 2M -Gelatin,pereaksiMayer, Dragendorf dan Bouchardat
-Benzene
-Minyak Tanah
-Bayam Duri
-Etanol 80%
-NaCl
-NH3
-CH2Cl2
- n-heksan
-FeCl3
-H2SO4 pekat
-Mg(s)
- amil alkohol
-H2O


PROSEDUR KERJA

Ekstraksi senyawa kimia

Serbuk kering daun bayam duri diekstraksi dengan alat Soxhlet, lemak dihilangkan dengan ekstraksi selama 4 jam dengan pelarut eter minyak tanah. Serbuk bebas lemak diekstraksi dengan etanol 80 %, proses soxhletasi hingga larutan tidak berwarna. Ekstrak etanol dipekatkan dengan gasing penguap tekanan rendah dihasilkan ekstrak kental 80 mL.

Pemeriksaan kimia

Pemeriksaan alkaloid dengan menambahkan HCL 2 M pada beberapa gram ekstrak etanol sambil dikocok dan dihangatkan, ditambah serbuk natrium klorida, dikocok dan disaring, hasil saringan dicuci dengan HCL 2M. Filtrat dibagi empat bagian dan direaksikan dengan pereaksi Mayer, Dragendorf dan Bouchardat. Pemeriksaan ulang dengan penambahan amonia 28 % ke 5 g ekstrak etanol, dikocok dengan 5 mL kloroform. Fraksi kloroform diuapkan hingga kering dan diuji dengan keempat pereaksi di atas.

Pemeriksaan alkaloid dari serbuk kering yang ditambahkan amonia 28 %, digerus, dan ditambahkan kloroform dan diaduk kuat, diperiksa dengan KLT pelat silika gel dan pengembang kloroform : metanol (9 : 1), dilihat dengan sinar UV 254 dan 356 nm, penampak bercak Dragendorf.

Pemeriksaan saponin dengan uji pembentukan busa. Adanya saponin ditunjukkan dengan pembentukan busa mantap selama proses pendiaman dengan ketinggian busa tidak kurang dari 1 cm setelah penambahan HCL. Pemeriksaan ulang dengan reaksi warna dengan pereaksi Liebermann Birchard (LB), dengan terbentuknya warna biru-hijau.

Pemeriksaan kardenolida dan bufadienolida dilakukan dengan penambahan n-heksan pada ekstrak etanol. Lapisan etanol dihangatkan, residu ditambahkan larutan besi (III) klorida, dikocok, ditambahkan asam sulfat pekat 1 mL melalui dinding tabung. Apabila terdapat gula deoksi, pada batas antar permukaan terjadi warna merah coklat. Pengujian terhadap rangka inti kardenolida dan bufadienolida dilakukan dengan pereaksi LB. Uji KLT terhadap cincin lakton tidak jenuh dengan pelat silika gel G, pengembang kloroform-metanol (1 : 1), penampak bercak pereaksi Kedde. Warna bercak biru ungu menunjukkan hasil positif.

Pemeriksaan flavonoid dengan penambahan asam klorida pekat dan diamati perubahan warna, bagian ekstrak etanol lain setelah dilarutkan dengan heksan dan pelarut diuapkan, ditambahkan beberapa butir logam magnesium dan 0,5 mL HCL pekat serta beberapa mili amil alkohol dan dilihat perubahan warna. Sebagian lain sebagai blanko.

Pemeriksaan tanin dan senyawa poliferol : ekstrak etanol diuapkan hingga kering diatas tangas air, setelah dingin dikocok dengan beberapa mili air suling panas, ditambahkan 5 tetes natrium klorida 10 %, disaring. Filtrat dibagi 3, filtrat I ditambahkan 3 tetes larutan gelatin, adanya endapan menunjukkan positif tanin. Filtrat II ditambahkan 3 tetes besi (III) klorida, terbentuknya warna menunjukkan adanya poliferol, filtrat III sebagai blanko.
Pemeriksaan antrakuinon dengan penambahan 5 mL benzene setelah ekstrak etanol dikeringkan dan residunya ditambahkan 10 mL air suling. Ekstrak benzene ditambahkan ammonia 28 % 5 mL, dikocok, warna merah menunjukkan antrakuinon.



Isolasi

Isolasi alkaloid dengan KLT dua arah pelat silika gel G pralapis, eluen pertama kloroform-metanol (9 : 1), pengembang kedua sikloheksana-kloroform-dietilamina (5 : 4 : 1), penampak bercak Dragendorf. Setelah itu KLT preparatif dengan silika gel G pralapis dan pengembang kloroform-metanol (9 : 1). Setelah pengembangan, pelat dikerok, dimasukkan dalam kolom kecil, dielusi dengan etanol, metanol, etil asetat, kloroform, dan aseton. Setelah itu dimasukkan dalam lemari pendingin dan tidak terbentuk kristal. Usaha isolasi lain dengan ekstraksi berulang pada kondisi yang diubah-ubah. Ekstrak etanol dikocok dengan amonia, diekstraksi beberapa kali dengan kloroform, fraksi kloroform dipekatkan, diekstraksi dengan HCL 2 %. Lapisan asam dipisahkan, dibasakan dengan amonia hingga pH 10, diekstraksi lagi dengan kloroform. Fraksi kloroform dikeringkan, residu dilarutkan dalam etanol, disaring. Filtrat ditempatkan dalam lemari pendingin, tidak memberikan kristal. Fraksi asam ditetesi etanol, terbentuk kristal jarum putih, disaring dan dikeringkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar