Tayangan halaman minggu lalu

Sabtu, 28 Mei 2011

Vitamin

Vitamin merupakan sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil pada bahan makanan untuk menjamin berlangsungnya pertumbuhan dan reproduksi yang wajar. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktordalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim.

Beberapa jenis vitamin adalah : vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Vitamin yang larut lemak adalah vitamin A, D, E dan K sedangkan vitamin larut air adalah vitamin B dan vitamin C.

Gejala kekurangan vitamin pada manusia disebut “defisiensi” sedangkan kondisi kekurangan vitamin disebut avitaminosis.

Kontribusi suatu jenis makanan terhadap kandungan vitamin makanan sehari-hari bergantung pada jumlah vitamin yang semula terdapat dalam makanan tersebut, jumlah yang rusak pada saat panen, penyimpanan, pemrosesan dan pemasakan. Semakin tinggi suhu, semakin lama tersingkap terhadap udara dan matahari, semakin lama disimpan, akan semakin banyak vitamin yang hilang.

Pada tahap pemprosesan dan pemasakan, banyak vitamin hilang bila menggunakan suhu tinggi, air perebus dibuang, permukaan makanan bersentuhan dengan udara dan menggunakanalkali. Vitamin yang terpengaruh dalam hal ini adalah yang rusak oleh panas, oksida atau yang larut dalam air.


Hal-hal yang menyebabkan vitamin pada bahan makanan hilang :
1. Semakin lama bahan makanan disimpan akan semakin banyak vitamin yang hilang
2. Terlalu lama mencuci bahan makanan di air
3. Bahan makanan yang sudah dipotong-potong tidak langsung dimasak sehingga permukaan makanan bersentuhan dengan kotoran sehingga bisa tercemar.
4. Pada proses pemasakan menggunakan suhu yang tinggi
5. Menggunakan terlalu banyak air perebus waktu proses pemasakan sehingga banyak yang terbuang.


Kehilangan vitamin dalam pemasakan dapat dicegah dengan cara :
1. Menggunakan suhu tidak terlalu tinggi
2. Waktu memasak tidak terlalu lama
3. Menggunakan air pemasak sedikit mungkin
4. Memotong bahan makanan tidak terlalu kecil sehingga vitamin pada bahan makanan tidak banyak yang keluar.
5. Panci harus ditutup pada saat memasak
6. Sisa air perebus digunakan untuk masakan lain


Faktor penyebab defisiensi vitamin pada tubuh adalah

  1. Kurang atupun tidak mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin
  2. Cadangan vitamin di dalam tubuh telah habis dalam waktu 30-180 hari
  3. Kebutuhan vitamindi dalam tubuh tidak terpenuhi
  4. Karena gangguan penyerapan
  5. Ketidakmampuan tubuh menggunakan vitamin
  6. Meningkatnya kebutuhan akan vitamin karena kebutuhan vitamin energi yang meningkat.

Baca Selengkapnya...

Rabu, 04 Mei 2011

Keniscayaan

Melaju dihempas ombak

Disebarluaskan oleh angin laut

Semakin panas dibakar matahari

Ricuh oleh ocehan yang semakin merusuh

Isu berkembang biak bagai protozoa yang membelah diri


Tubuhku diam tak beraksi

Saksikan dirimu yang semakin memanas

Diantara peristiwa yang semakin mematikan

Tak perlu ribut

Tak perlu berunjuk rasa apalagi memaki

Karena rakyat tak punya suara

Hanya jemariku yang selalu menari

Sampaikan apa yang ku dengar, ku rasa dan ku ketahui

Masih kulihat simbol kejayaan

Dibalik tubuhmu yang semakin rapuh

Harapan pun masih tersembunyi

Dibalik janin milik wanitamu

Masih ada bahagia

Dibalik canda anak-anak berseragam putih merah


Duhai yang mengaku pejuang

Bertarung tak hanya dengan pedang

Karena kata-katamu bisa lebih tajam dari kelewang

Tak harus menang sekarang

Meski pengorbanan telah kau berikan

Karena kebangkitan adalah keniscayaan

Baca Selengkapnya...

Rabu, 27 April 2011

Daripada Kosong




Daripada bulan ini kosong nggak ada postingan.
Terpaksalah posting puisi yang gagal dikirim, karena salah tema.

Cekidot..



Keberadaanku

Menghirup aroma tubuhku di laut

Berkilauian di terpa sinar matahari sore

Menciptakan siluet senja diatas bibir pantai

Berjalan menapak tak berujung

Tak punya kawan tak punya harap

Tak pernah ingin berhenti

Seperti debu beterbangan yang asyik menari

Pergi sesukanya jamahi semua tempat


Jangan merinduku hanya pada satu masa

Sungguh orang mati pun masih memerlukanku

Kau rusak aku, aku diam

Kau campakkan aku, aku juga diam

Kau diam pun, aku tetap membisu


Aku memang tak bernyawa

Tapi tanpa ku kau takkan berharga

Tunggulah aku hadir dihadapanmu

Ketika mendung menyapa

Baca Selengkapnya...

Selasa, 29 Maret 2011

Marah


Kemarahan pada dasarnya merupakan suatu hal yang normal dan pasti pernah dialami oleh setiap individu dengan berbagai alasan. Di satu sisi manusia memang harus melepaskan semau amarah uang ada di dalam dirinya agar diperoleh suatu kelegaan atau terlepas dari adanya suatu beban berat. Kemarahan biasanya muncul karena adanya dorongan agresif yang lazim disebut dengan istilah
human agresive.

Dorongan rasa marah ini bisa saja muncul karena sesuatu terjadi di luar dugaan atau di luar perhitungan. Harapan yang tinggi sementara kenyataannya tidak demikian juga bisa menyebabkan kekecewaan dan dapat memicu rasa marah.

Dari manakah asal usul sifat marah itu ? Ternyata sifat pemarah itu berasal dari sifat sombong (ego) dalam diri kita. Semakin tinggi ego seseorang, akan semakin besar potensinya untuk marah.

Sifat ini juga berkaitan dengan kedudukan seseorang, semakin besar pangkatnya, semakin banyak hartanya, semakin ramai pengikutnya, maka semakin tinggilah ego seseorang dan tentunya sifat marahnya. Demikian juga kebalikannya, semakin kurang segalanya, akan kuranglah egonya dan akan kurang jugalah sifat marahnya.

Riset menunjukkan 65 % kasus kekerasan akibat kemarahan di masyarakat ternyata dipicu oleh alkohol dan obat-obatan. Zat seperti alkohol, mariyuana, obat tidur atau obat penghilang sakit mengandung apa yang dikenal sebgai efek melepas hambatn (disinhibiting effect). Akibatnya kita cenderung bertindak atas kemarahan.

Zat lain seperti kokain dan obat perangsang lainnya bisa meningkatkan rasa mudah marah dan tersingging. Selama seseorang ketagihan, rasa tersinggung dan marah juga bisa meningkat. Untuk itu, hindarilah mengonsumsi alkohol dan obat-obatan karana selain tidak baik untuk kesehatan, juga memicu timbulnya kekerasan akibat kemarahan.

Ternyata salah satu tujuan dari kemarahan seseorang bisa jadi adalah untuk menarik perhatian orang lain kepada diri mereka sendiri. Mereka sering merasa bahwa perhatian negatif masih lebih baik daripada tidak ada perhatian sama sekali.

Tahukah kamu, apa yang terjadi dalam tubuh kita ketika sedang marah? Marah merupakan emosi yang tersalur melalui sinyal pengantar saraf atau neurotransmitter, pada sel-sel syarat pusat otak. Sinyal ini diteruskan ke kelenjar endokrin suprarenalis penghasil hormon adrenalin. Akibatnya tekanan darah naik. Mukanya menjadi merah,jantung berdebar-debar kencang mengikuti peningkatan hormon adrenalin tadi.

Percaya atau tidak, menarik napas dan menahannya bisa membuat kita menjadi lebih tenang ketika kita merasa emosi memuncak alias marah. Ketika sedang marah, tubuh akan mengeluarkan adrenalin yang memicu jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah lebih tinggi sehingga membuat anda siap untuk konfrontasi dengan siapa saja.

Dengan menarik napas dalam-dalam dan menahannya sebentar, lalu melepaskannya lagi, akan membuat detak jantung anda melambat, dan mengirim sinyak ke otak bahwa anda bisa mengatasi kemarahan tanpa harus berkonfrontasi.

Sedikit senyum dan tertawa akan menghilangkan kemarahan. Kemarahan akan reda bila kita mulai tersenyum dan tertawa pada diri sendiri.

Salah satu cara yang paling sering disarankan oranng untuk mengatasai kemarahan adalah melakukan apa yang dinamakan relaksasi. Melakukan relaksasi terbukti dapat membuat seseorang menjadi tenang dalam membuat seseorang menjadi tenang dalam menghadapi berbagai situasi yang kurang menyenangkan atau penuh tekanan.

Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya menarik napas dalam-dalam, melakukan latihan ringan untuk mengendurkan otot, ataupun dengan kata-kata : “relaks ; tenang aja; take it easy” ; gak apa-apa kok”

Sebenarnya tidak ada seseorangpun yang benar-benar “dapat membuat kita marah”. Semua kendali atas emosi kita, baik gemnira, senang, susah termasuk marah murni ada di tangan kita masing-masing.

Jadi, meskipun lingkungan sekitar memprovokasi kita untuk marah, kita dapat mengendalikan dan mengontrol respons kita terhadap mereka dalam berbagai situasi.

Ingat selalu : posisi kontrol itu ada di tangan kita, bukan di tangan mereka.

Baca Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Dunia Maya Memesonakannya

“Maukah kau menikahiku ?”

Kutatap layar monitor didepanku. Mungkin selama ini ada yang salah dari perkataanku. Sehingga ia terjerat oleh benang-benang cinta yang tak pernah kutebar.

“Masih disitu kah?” cecarnya

“Bagaimana mungkin? Kau saja tak mengenalku bahkan fotoku saja kau tak tahu. Sepatah kata cinta pun tak pernah kuucapkan untukmu. Pasti ada sesuatu yang salah diantara kita”

“Aku merasakan sesuatu atas perhatianmu” balasnya

“Tapi aku melakukan itu pada semua temanku. Tak ada yang istimewa.”

“Benarkah ?”

Ku tak tahu mau menjawab apa. Kata terakhirnya itu bagai seseorang yang memelas, meskipun kata itu tak bernada. Kututup obrolan ini, hanya berharap wanita diseberang sana mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik daripada diriku. (Rirus)

Baca Selengkapnya...

Maaf

Aku masih menangis meskipun kata-kata itu baru terlontar satu jam yang lalu. Kata-kata yang tak seharusnya terucap dari bibir indahnya. Kata-kata yang memojokkanku karena tidak mengikuti salah satu program kerjanya tanpa dia tanya terlebih dahulu apa penyebabnya. Kata-kata yang mungkin tak berarti bagi orang lain, tapi tidak denganku. Dan aku masih menangis di depan temanku ini, tanpa ia tahu apa penyebabnya.

Teman- temanku yang lain heran, mengapa aku masih saja mengangis? Sampai- sampai mereka mengira aku menangis karena tidak punga ongkos pulang. Lalu kuceritakan semuanya. Temanku tersebut terperangah seolah tak percaya. Dengan sedikit perdebatan akhirnya ia mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku.

Beberapa alasan umum mengapa kata maaf terucap dari bibir seseorang :

1. Penyesalan

Kata maaf sebagai simbol untuk menyatakan suatu kesalahan yang telah diperbuat. Dengan tujuan, orang yang dimatai maaf dapat melupakan kesalahan itu dengan ikhlas.

2. Mempermudah urusan atau basa -basi

Dikatakan mempermudah urusan karena dengan kata maaf kita bisa mengendalikan suasana

Contohnya : Maaf ya aku terlambat.

Tugas kelompok kita ketinggalan, maaf ya.

Maaf ya, kotak pinsilmu hilang ku buat.

Terkadang maaf yang seperti ini terkesan basa-basi hanya untuk menghindari kesalahan.

Bagi pihak yang diminatai maaf, tentu saja masih terdapat luka dihatinya, luka atas kesalahpahaman luka atas ketida berdayaan atau minimal kekecewaan. Walaupun akhirnya dia mampu memerikan maaf.

“al-insan makanul khata..” Meskipun masusia adalah tempatnya salah. Tak perlulah kita membuat kesalahan yang berulang. Karena terkadang maaf saja tak cukup untuk meperbaiki kesalahan itu. Maaf hanyalah ungkapan yang menyatakan bahwa kita berada dalam kesalahan.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 22 Maret 2011

DASAR ANALISIS VOLUMETRI

Metode analisis kuantitatif volumetri (titri metri), yaitu teknik analisis menggunakan titrasi. Proses penambahan volemu tertentu suatu larutan terhadap larutan yamg lain disebut titrasi. Larutan yang sudah di ketahui konsentrasinya adalah larutan standar. Analit adalah larutan yang akan ditentukan konsentrasinya.


Prinsip Dasar Volumetri

  1. pencapaian reaksi titik akhir ekivalen harus berlangsung secara stoikiometri.

  2. titik ekivalen adalah titik pada saat senyawa yang ditambahkan (pentiter) telah tepat mencukupi bereaksi dengan analit.







Syarat-syarat yang perlu untuk titrasi adalah

  1. reaksi kimia harus berlangsung secara stoikiometri, artinya harus jelas komposisi a dan b di dalam persamaan reaksi.

  2. reaksi kimia harus berlangsung cepat, sehingga penentuan titik akhir titrasi dapat diamati dengan cepat.

  3. reaksi kimia harus berlangsung secara kuantitatif, artinya senyawa analit telah berlangsung spontan setelah penambahan senyawa pentiter.

  4. harus tersedia metode untuk menunjukkan pertanda bahwa titik ekivalen telah terjadi.


Titrasi langsung adalah penentuan kuantitatis analit di dalam sampel dilakukan secara langsung karena senyawa pentiter dan analit beraksi secara stoikiometri.

Titrasi tidak langsung yaitu penentuan kuantitatis analit di dalam sampel dilakukan secara tidak langsung artinya reaksi antara senyawa analit dengan pentiter tidak terjasi sehingga harus dicarikan senyawa lain yang bereaksi secara stoikiometri. Dan dibutuhkan reaksi pendahuluan.

Titrasi balik adalah penentuan kuantitatis analit di dalam sampel dilakukan dengan cara menambahkan senyawa berleboh yang diketahui konsentrasinya dengan pasti, kemudian kelebihan senyawa yang tidak bereaksi dengan analit dititrasi balik dengan senyawa pentiter yang tepat.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 08 Maret 2011

Menulislah

“Kau, Nak paling sedikit kau harus bisa berteriak.
Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun ? karena kau menulis, suara takkan padam ditelan angin, akan abadi sampai jauh, jauh dikemudian hari...
Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” (Pramoedya Ananta Toer)


Masih ingatkah kapan pertama kali kita menulis ? mungkin saat usia 4, 5, atau 6 tahun? Tak ada jawaban pasti untuk hal itu, karena tak ada yang bisa membuktikan dan kita tidak pernah mencatatnya.

Berapa banyak orang besar yang karyanya masih tetap dibaca dan dijadikan sumber inspirasi walaupun penulisnya sudah meninggal. Lihat saja Buya Hamka dengan bukunya ‘Di Bawah Lindungan Kabah’, Imam Ghazali dengan kitabnya ‘Ihya Ulumuddin’, Taufik Ismail dengan banyak puisinya, Imam Syafii dengann mazhabnya yang masih bisa kita baca hingga saat ini juga Imam Bukhari dengan hadist-hadistnya.

Semua itu masih bermanfaat bagi orang lain walaupun yang menulisnya sudah tak berada di dunia ini. Tulisan mereka adalah sedekah zariyah buat mereka yang akan terus mengalir pahalanya seperti air sungai.

Dengan menulis kita bisa menjadi siapapun yang kita mau. Menulis adalah peluapan emosi yang merupakan dasar terapi bagi jiwa. Menulis itu obat ketika kita merasa tidak puas dengan suatu keadaan yang kita rasakan. Menulis itu menyembuhkan karena mengeluarkan semua pikiran yang kita punya. Menulis itu asyik, karena bisa mengubah pikiran orang banyak. Bonusnya lagi kita bisa memperoleh honor apabila tulisan kita dimuat di koran, majalah atau media cetak lainnya. Juga bisa terkenal seperti Kang Abik, penulis Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Bumi Cinta.

Apa yang kita tulis tidak jauh beda dengan apa yang kita baca. Banyak membaca banyak menulis, eistz belum tentu juga. Banyak orang yang membaca tapi tak pernah menulis. Kalaun pun dia menulis hanya di buku hariannya saja. Dimana buku itu diletak di kamar di sebuah box yang tertutup rapat lalu ditaruh di kolong tempat tidur. Jika ia pergi, maka kamarnya akan dikunci begitu juga dengan pintu rumah dan pagarnya. Tulisannya itu bagai harta karun berharga yang tak ada seseorang pun yang membaca tulisannya.

Lalu apa sebabnya tidak menulis untuk orang lain? Takut diejekkah? Belum bisakah ? Tidak sempatkah? Bukankah seharusnya seorang pemuda itu bermental pejuang, yang tak mudah menyerah, selalu mencoba, dan terus memperbaiki diri.

Bukankah seorang pemuda Islam itu harus bisa memanfatkan waku yang dimilikinya dan bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Dengan menulis kita bisa menyuarakan kebaikan dan kebenaran yang mungkin tak bisa kita samapikan saat kita berceramah atau berpidato.

Jika seseorang yang berpidato, berceramah dalam suatu majelis, hanya bisa mempengaruhi orang yang berada di dalam majelis itu. Lain dengan sorang penulis, tulisannya itu bisa dibaca orang banyak dan bisa diulang-ulang bahkan oleh ribuan orang.
Tidak inginkah kita berbagi ilmu dengan orang lain melalui tulisan ringan yang bermanfaat? Lalu kenapa tidak mulai sekarang?

Baca Selengkapnya...